Puluhan Pedagang Ditracing, Penutupan Pasar Gemblegan Diperpanjang

Pasar Harjodaksino Gemblegan Solo tampak dari depan jalan Yos Sudarso.

KBRN, Surakarta: Penutupan Pasar Harjodaksino (Gemblegan) Solo diperpanjang hingga tanggal 1 November 2020. Perpanjangan penutupan karena Satgas Covid 19 akan melakukan swab terhadap puluhan pedagang di pasar tersebut. Pasar akan kembali dibuka setelah hasil swab keluar.

"Hasil koordinasi dengan Satgas Covid 19 Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta ingin melakukan tracing secara masif karena di pasar Harjodaksino perlu penanganan serius," Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi, Senin (26/10/2020).

Lanjut Heru, kemudian akan dilakukan swab skala besar.  Minimal 50 pedagang akan diambil sampling, untuk melihat tingkat penularan kepada warga pasar. "Pemkot akan membuka kembali pasar Gemblegan setelah hasil swab keluar negatif," terangnya.

Sebab jika sampai hasil swab positif dan pasar masih beroperasi maka penularan dinilai akan meluas. Artinya kalau Pemkot melakukan swab pedagang, sementara pasar tidak ditutup maka justru akan membahayakan. 

Artinya aturannya itu. Sehingga diswab hasilnya keluar, kalau ternyata negatif ya baru dibuka, kan begitu. Tapi kalau ternyata hasilnya positif kan sekian hari tidak ditutup itu sudah potensi penularannya kemana-mana," jelasnya.

Pedagang harus dapat menerima wabah ini, karena pemerintah harus melakukan tracing kepada pedagang untuk memutus mata rantai penularan. Heru mengingatkan semua pedagang di 44 Pasar Tradisional di Kota Bengawan harus melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. "Namun yang sulit diantisipasi pedagang yang tidak protokol kesehatan saat di luar pasar atau di rumah."

Lurah Pasar Harjodaksino Listianto mengatakan, penutupan pasar Harjodaksino karena suami dari pedagang kasus pertama meninggal dunia positif Covid 19. Selama ditutup pihaknya akan melakukan penyemprotan disinfektan.

"Karena ada suami pedagang yang meninggal dan istri pedagang itu juga kena covid, jadi ada tiga. Ini penutupan diralat sampai tanggal 1 November," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00