Salut! Wahyono Sukses Raup Untung Jutaan Dari Usaha Teh Mbok Karti

KBRN, Karanganyar: Ketekunan dan keuletan Wahyono, warga asli desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar dalam merintis usaha pengolahan daun teh, berhasil mendulang sukses.

Berbagai macam varian teh dari kelas biasa hingga premium yang ia hasilkan, kini mampu membuatnya menjadi pelaku UMKM dengan omset puluhan juta rupiah.

Pria yang kini berumur kepala empat itu mengaku ide menekuni usaha pengolahan teh itu berawal dari pengalaman di masa kecil yang sering membantu orang tuanya mengolah teh dan menjualnya di pasar dekat rumahnya. Pengalaman itu ia lakoni saat duduk di bangku SD sekitar tahun 1986.

"Jadi dulu saya sering bantu ibu di pasar goreng teh pakek kreweng, jualnya juga di sekitar pasar dekat rumah itu," jelasnya kepada RRI.

Kemudian saat beranjak dewasa, Wahyono memilih untuk mendalami cara mengolah teh dengan bekerja di perusahan teh di daerah Kemuning dan Ciwidey Bandung. Setelah dirasa cukup memiliki pengalaman dan kuatnya dorongan mengembangkan usaha sendiri, akhirnya Wahyono nekat membuka usaha UMKM pengolahan teh di tahun 2011 lalu.

"Saya dulu sempat merantau, bekerja yang lingkungannya serba teh juga, di kawasan ciwide bandung, saya juga sempat kerja di perusahaan teh di kemuning ini, lalu saya kepikiran untuk buka sendiri neruskan lagi usah ibu dulu," bebernya.

Asam garam di awal membuka usaha pun ia hadapi dengan tekun dan terus berbenah, hingga akhirnya usaha yang sudah berjalan hampir 9 tahun itu mendulang sukses dengan omset hingga 30an juta rupiah.

"Saya buka usaha itu di tahun 2011, ya namanya usaha naik turun di awal, pemasaran itu dulu memang sulit, tapi terus naik lah omsetnya, dan di tahu 2019 pernah saya produksi 2 ton perbulan, omset waktu itu 60 jutaan, tapi berhenti karena covid 19, ini omset mulai normal lagi, ya 30an juta omsetnya," bebernya.

Ayah dari 2 orang anak itu mengatakan varian rasa teh yang kini ia hasilkan berupa teh sereh, teh jahe, teh melati dan teh mint, sedangkan untuk teh kelas premium seperti teh putih, teh hijau, dan teh olong. Untuk harganya sendiri juga bervariatif sesuai ukuran dan jenis teh.

"Produk kita macem-macem ada  teh biasa sama kelas premium, untuk harganya kaya Teh hitam ini ukuran satu kilo dibandrol dengan harga Rp 30 ribu. Sedangkan untuk kemasan 230 gram Rp 10 ribu. Kemudian teh sereh, teh jahe, teh melati dan teh mint kemasan 115 gram dibanderol dengan harga Rp 8 ribu. Untuk teh hijau kemasan 80 gram dibanderol Rp 10 ribu dan ukuran satu kilo dibanderol Rp 70 ribu," ungkapnya.

Lanjut Wahyono, untuk teh kelas premium seperti teh putih yang memiliki kualitas dan dipercaya memiliki kasiat kesehatan dibandrol dengan harga cukup malah, untuk teh putih kemasan kaleng dengan berat 30 gram dijual 100 ribu rupiah, sedangkan untuk 1 kilonya dijual 2 juta rupiah.

Wahyono mengatakan, saat ini dirinya fokus memasarkan teh buatannya di wilayah Soloraya meskipun sebelum pandemi dirinya sempat memasarkan teh olahannya hingga ke Sumatera, Jakarta dan Jawa Timur.

"Selain itu, produk teh kita juga pasarkan di pusat oleh-oleh serta rumah makan di wilayah kemuning Karanganyar," jelasnya.

Wahyono pun berharap dapat terus mengembangkan usahanya sekaligus memperkenalkan produk teh olahan asli desa Kemuning Kabupaten Karanganyar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00