Buah Tin, Primadona Baru dari Desa Mangu

KBRN, Surakarta : Buah tin puluhan varietas dibudidayakan warga di daerah ManguKecamatan  Ngemplak Kabupaten Boyolali ternyata menjadi berkah.  Pasalnya di tengah pandemi penjualan bibit tanaman dan buah in dapat menghasilkan keuntungan 5 juta per bulan.

Salah seorang petani buah tin, warga Mangu Ngemplak Boyolali, Fajar Suhendro mengaku pernah  membaca testimoni orang sakit batu ginjal yang seharunya dioperasi. Ternyata dengan rutin minum air seduhan daun tin yang dikeringkan sekitar 1 bulankemudian  sembuh. Setelah membaca tersebut ia tertarik membeli bibit dan mulai menanam, meski awalnya  tidak bertujuan komersil hanya sebatas konsumsi pribadi.

 “Dulu sebenarnya saya pernah membaca testimoni untuk orang yang ada batu ginjal yang seharusnya dioperasi ternyat dengan rutin minum teh daun tin ini luruh batunya,” ungkap Fajar ketika dikonfirmasi RRI di rumahnya, Senin ( 19/10/2020 )

Warga Mangu Ngemplak Boyolali yang lain,Warsito mengaku sering mengkonsumsi dan memetik buah tin dari kebun Fajar Suhendro dengan cuma-cuma atau gratis. Tetangganya itu pula yang juga  mengenalkan pada warga sekitar bahwa buah tin baik untuk kesehatan.

 “ Itu warga juga belum tahu kasiatnya apa tapi pak fajar sudah ngomongin sama warga itu bagus untuk kesehatan katanya juga ada yang pesen-pesen gitu,” kata Warsito

Varietas buah  tin yang ditanam di kebun Mangu milik Fajar ada puluhan varietas diantaranya tanaman tin jenis black jack, matsui, dauphin, red libanes atau Lebanon, red Israel, tena dan panache.  Buah yang tumbuh di daerah tropis tang dibandrol per kilo 250 hingga 300 riburupiah  tersebut ditanam di kebun daerah  Mangu seluas sekitar 300 meter persegi. (Wiwid)

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00