32 Triliun Untuk Pemulihan Ekonomi di Solo, OJK: Pengusaha Butuh Kepastian Pasar

KBRN, Surakarta: Dana Rp 30 Triliun yang ditempatkan di Himpunan Bank Negara (Himbara) dan Rp 2 Triliun di Bank Jateng Solo sudah disalurkan kepada pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19. Dana sejumlah itu dialirkan dalam bentuk kredit usaha.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan OJK Surakarta Eko Yunianto menjelaskan, meski dana cukup besar tetapi tidak seluruhnya tersalurkan. Tidak semua pelaku usaha di Solo yang terdampak Covid 19 membutuhkan bantuan modal karena sebagian berharap akan kepastian pasar.

"OJK Surakarta terus mendorong perbankan yang tergabung dalam Himbara melakukan penyaluran kredit kepada pelaku usaha di solo raya," ungkap Kepala OJK Surakarta Eko Yunianto, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (24/9/2020).

Pihaknya juga melakukan pertemuan dengan Himbara dan Bank Jateng dengan seluruh anggota asosiasi Kadin dan para pelaku usaha jika membutuhkan dana. Langkah tersebut sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi nasional.

Menurut Eko, beberapa pengusaha seperti perhotelan, tekstil, forniture lebih membutuhkan pemasaran barang yang sudah di produksi.Tidak sebatas pada suntikan modal.

"Semua dunia usaha yang terdampak COVID-19 tidak membutuhkan bantuan seperti dari PHRI, Pengusaha Furniture dan Tekstil mereka membutuhkan pasar. Pasalnya bisa memproduksi tetapi tidak bisa melempar atau menjualnya," jelasnya.

Berdasarkan data dari OJK, kredit atau pembiayaan yang telah disalurkan oleh bank Himbara dan Bank Jateng di Solo yang sumber dananya berasal dari penempatan dana pemerintah sebanyak 42,554 Debitur dengan total Rp 2,02 Triliun. 

Untuk itu, OJK terus mendorong perbankan menggerakkan sektor melalui penyaluran kredit kepada debitur di Solo Raya. "Dengan tetap prinsip prinsip prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko," tutup Eko. Meja / Mulato

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00