Miliki Potensi Wisata, Goa Jepang Lereng Merapi Tegalmulyo Kemalang Klaten Belum Tersentuh Pemkab

KBRN, Klaten: Desa Tegalmulyo di Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, merupakan desa yang berada di lereng merapi atau berjarak 4,5 km dari puncak  merapi bagiaan tenggara. Desa ini  dibagian timur, berbatasan dengan wilayah Kabupaten Boyolali dan dibagian barat berpatasan dengan Desa Sidorejo.

Desa ini mempunyai potensi yang dikembangkan sebagai kawasan wisata, selain kesejukan, pemandangan alam, dan ada pula kampung terpencil  yakni Girpasang. Dari beberapa pontensi tersebut masih ada satu lagi potensi yang hingga kini belum ada sentuhan dari pemerintah yakni keberadaan goa Jepang.

Kepala Desa Tegalmulyo Sutarno membenarkan bahwa dilereng merapi itu terdapat goa jepang. Rencananya  kawasan Desa Tegalmulyo akan digarap oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga tahun 2021.

"Sementara belum, baru mau neraksi ditegalmulyo Dinas Pariwisata. Termasuk kemarin ada peninjauan atau penilaian, kriteria Desa wisata  di kabupaten Klaten. Tegalmulyo juga masuk. Katanya mau konsen di tegalmulyo tahun 2021," ungkap Kepala Desa Tegalmulyo Kemalang Klaten Sutarno kepada RRI, Sabtu (19/9/2020).

Dimungkinkan goa tersebut dulunya sebagai tempat persembunyian  tentara jepang.

Sedagkan, secara terpisah Koordinator Relawan Desa Tegalmulyo Subur kepada RRI mengatakan, goa Jepang itu  berada di ketinggian kurang lebih seribu 500 meter diatas permukaan laut. Ditempat itu terdapat dua goa yang masing-masing mempunyai kedalaman 20 dan 50 meter yang terdapat kamar-kamar.

"Goa berada diketinggian kurang lebih 1500 meter diatas permukaan laut. Kedalaman goa kan ada dua yang satu kurang lebih 25 meter dan yang satu 50 meter, kalau yang 50 meter itu ada empat kamar," tutur Subur.

Dikatakan, untuk wisatawan sudah cukup banyak yang datang ke lokasi yang berada dikawasan Taman Nasional Gunung Merapi itu. Bagi pengunjung yang akan melihat secara langsung  goa jepang itu, dapat dipandu Kelompok sadar wisata setempat atau masyarakat setempat.

"Untuk menuju ke lokasi dari kampung paling akhir Grintingan  kurang lebih setengah jam perjalanan  dengan kondisi jalan sudah aman," tambah Subur. (desk:arga)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00