Tutup Selama Pandemi Pengelola Umbul Brintik Merugi Ratusan Juta

KBRN, Klaten: Kerugaian yang tidak sedikit akibat dampak covid 19, banyak dialami para pengelola wisata di Kabupaten Klaten seperti halnya wisata air umbul Brintik di Desa Malangjiwan Kecamatan Kebonarum Kabupaten Klaten. Sejak ditutup sekitar lima bulan lalu, kerugian yang dialami pengelola wisata Umbul Brintik mencapai ratusan juta rupiah.

 Kepala Desa Malanjiwan  Kecamatan Kebonarum Kabupaten Klaten Suprianto  kepada wartawan mengatakan merasa prihatin  karena tidak ada pemasukan bagi desa  dalam pengelolaan wisata air Umbul Brintik. Pada saat  kondisi normal , dari sektor wisata itu dapat mendatangkan PAD ke desa satu koma tiga milyar rupiah pertahun.

 Setiap bulan diperkirakan  pemasukannya bisa mencapai 50 juta , belum termasuk pada saat padusan menjelang puasa.

"Kalau hilang, kita pertahun aja satu koma tiga milyar. Sudah lima bulan kalau rata-rata  per bulan 50 juta. Klau padusan itu 150 juta perhari," ungkap Kepala Desa Malangjiwan Suprianto, Sabtu (15/8/2020).

 Dikatakan dampak ditutupnya obyek wisata itu kurang lebih 40 karyawan  terpaksa dirumahkan. Selama tiga bulan ada subsidi bagi mereka 13 persen dari gaji.

"Ya nganggur sekarang kita rumahkan. Ya nganggur sekarang. Kalau tiga bulan pertama kita subsidi," jelasnya. 

 Sedangkan Plt Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Klaten Sri Nugroho  kepada RRI mengatakan  berdasarkan Surat Edaran Bupati Klaten tertanggal enam Agustus 2020, tempat wisata alam sudah  yang dikelola desa sudah diperbolehkan dibuka  dengan ketentuan penerapan protokol kesehatan. Sedangkan  untuk pengunjung tetap dibatasi menimal 20 persen dan maksimal 50 persen.

Sementara untuk wisata air , kata Sri nugroho masih menunggu instruksi gubernur jawa tengah.

"Sementara wisata alam dulu dan anti yang wisata air masih menunggu Intruksi Gubernur dan masih ada kajian dari ahli kesehatan," tandas Sri Nugroho.

Dikatakan, kajian sangat perlu dilakukan  agar nantinya jangan sampai  terjadi  kasus covid dari klaster  wisata air. Pihaknya juga meminta para pengelola wisata air untuk mematuhi  peraturan tesebut.  (Desk: Arga)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00