Demi Bansos Modal Usaha, Warga Solo Berdesakan Antre di Kantor Dinkop UMKM

KBRN, Surakarta: Ratusan Pelaku Usaha Skala Mikro di Kota Solo beberapa hari ini rela mengantre di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Surakarta. Hal ini dilakukan untuk memberikan bantuan stimulus modal usaha tahap dua yang dibuka selama 11 Hingga 14 Agustus 2020.

Pantauan RRI, halaman kantor Dinkop UMKM Surakarta yang berada di jalan Yosodipu Kota Barat penuh sesak dengan pelaku usaha. Bahkan antrean hingga meluber ke bahu jalan tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta, Heri Purwoko mengatakan, bantuan sosial pada surat Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) Republik Indonesia No 307 / SM / VIII / 2020. Dimana nominalnya sebesar Rp 2.400.000 khusus usaha mikro atau modal tidak lebih dari 500 Juta.

“Bantuan ini tidak ada kuota khusus di setiap daerah. Selama kuota secara pusat yaitu 12 juta pelaku usaha mikro masih tersedia maka setiap daerah masih bisa membuka pendaftaran,” jelas Heri saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2020).

Sistem pendaftaran yang dilakukan secara terbuka tanpa menggunakan data UMKM binaan yang di miliki Dinkop Koperasi UKM Surakarta. Hal ini menurut Heri, karena pemerintah menginginkan adanya pemerataan terkait pencairan bantuan menunggu peluncuran resmi dari pusat yang akan di launching Presiden Joko Widodo 17 Agustus 2020.

“Pendaftaran itu dilakukan secara terbuka, karena pemerintah menginginkan adanya pemerataan terkait pencairan bantuan ,” ujarnya.

Sementara pelaku UMKM usaha Songket Rajut, Weni Arnita rela mengatri sejak pukul 06.00 pagi guna mengajukan dana stimulus modal usaha. Dengan adanya bantuan itu menurutnya akan membantu usahanya.

“Ya tentunya sangat membantu, biasanya sebulan mendapatkan pesnan lima sampai enam produk, saat ini tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Weni menambahkan dengan sepinya pemesanan agar bisnisnya tetap berjalan melakukan terobosan membuat masker. Dirinya berharap bisa lolos mendapatkan bantuan modal usaha tahap kedua tersebut. Meja Mulato

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00