Mulai Menggeliat, Pengunjung Cari Uang Pecahan Rupiah Mahar Pengantin

Kondisi Pasar barang antik Triwindu Solo saat Pandemi Covid-19.
Pedagang pasar triwindu Solo mulai beraktivitas.

KBRN, Surakarta: Bagi kolektor barang antik pasti tidak asing dengan nama Pasar Klithikan Triwindu, Solo. Pasar yang terletak di depan Puro Mangkunegaran Solo beberapa waktu lalu sempat sepi pengunjung karena Pandemi Covid 19.

Sebelum Covid-19 mewabah, pasar yang dikenal sentralnya pernak-pernik barang antik dan unik di Solo selalu diserbu pengunjung. Baik dari luar kota maupun wisatawan asing. Namun saat ini  terlihat beberapa pedagang banyak yang berpangku tangan alias bersantai dan beraktifitas membersihkan dan menata  dagangannya.

Salah satu pedagang barang antik Cindy mengaku sejak dinyatakan KLB pandemi Covid 19 kondisi pasar klithikan Solo sepi. Banyak pedagang yang tutup. 

"Tapi pas new normal pada Juni hingga saat ini mulai menggeliat ada pengunjung meski hanya 10 persen," ucap Cindy, Minggu (9/8/2020).

Para pengunjung sebagian besar mencari barang seperti lampu gantung unik, piring dan poci. Setiap hari ini mencapai 20 orang. Belum normal jika di banding sebelum pandemi mencapai 100 orang lebih.

"Sebelum pandemi pengunjung kebanyakan mencari barang antik, seperti barang peninggalan Majapahit dan tahun 40 an. Seperti temuan dari tanah, patung perunggu mulai dari harga ratusan juta," sambung Cindy.

Sedangkan untuk barang buatan baru dibanderol mulai dari harga Rp 15 ribu hingga Rp 1 juta. 

Sementara itu Ketua Paguyuban Pasar Triwindu, Dody Sudarsono , menceritakan saat ini seiring dengan kebijakan new normal dari pemerintah Kota Surakarta pasar Triwindu mulai bergeliat meski belum normal. Namun semenjak Solo dinyatakan zona hitam kembali sepi.

"Dengan new normal kemarin mulai membaik. Pasar ada kehidupan lagi lalu ada statment dari pemerintah kota Solo ada zona hitam kembali terpuruk lagi," ungkapnya.

Dody mengakui dagangannya yang tengah diburu masyarakat saat ini uang koin dan kertas yang digunakan untuk mahar nikah. Mulai dari nilai 1 rupiah hingga 2,5 dan 20 rupiah untuk tanggal, bulan dan tahun.

"Untuk harga yang di tawarkan 1 koin logam  mulai dari harga Rp 25  hingga Rp 50 ribu," ucapnya. Desk Mulato

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00