Kasus Covid-19 Melonjak, Taman Jayawijaya Mojosongo Ditutup

Tempat bermain anak di Taman Jayawijaya Moko Solo disegel dengan bambu.
Taman Jayawijaya Mojosongo Solo ditutup sementara selama Pandemi Covid-19 melonjak.

KBRN,Surakarta: Setelah menutup kawasan Alun-alun Kidul Kraton Surakarta, Pemkot Surakarta kembali menutup ruang publik di Kota Bengawan. Mulai Kamis (16/7/2020) sore, Taman Jayawijaya Mojosongo Jebres, juga ditutup untuk umum. Penutupan ditandai dengan penyegelan beberapa fasilitas  permainan anak.

Kebijakan ini dilakukan menyusul terus bertambahnya warga terkonfirmasi positif Covid -19, di antaranya dari wilayah setempat. Ditemui RRI disela sela penutupan ruang publik, Plt Sekretaris Satpol PP Kota Surakarta Agus Siswuryanto menyatakan penutupan taman bermain Jayawijaya sangat relevan. Sebab Mojosongo merupakan zona merah. “Apalagi anak anak yang bermain tidak mengikuti protokol kesehatan,” tandas Agus Sis.

Kata Agus, penutupan ini sampai batas waktu yang belum ditentukan. Bahkan beberapa area permaian anak milik Pemkot Surakarta lainnya  secara bertahap akan ditutup. “Seperti taman cerdas dan urban fores di tepian Bengawan Solo,” ucapnya.

Penutupan taman Jayawijaya menjadi dilema bagi sebagian PKL maupun kusir andong yang mangkal di sekitar taman. Mbah Bejo salah seorang  kusir andong mengaku kecewa, karena terancam  kehilangan  penghasilan.

“Selama ini setiap hari mulai sore hingga malam saya minimal dapat mengantongi  hasil Rp 100 ribu. Saya coba strategi menawar jasa kampung saja agar tetap dapat penghasilan,” ujarnya.

Sementara itu  saat dikonfirmasi  Kasi Ketentraman dan Ketertiban Kalurahan Mojosongo Waskito menyatakan, pihaknya bersama  tim gugus tingkat kecamatan Jebres akan terus melakukan  pemantauan ketat. Penutupan taman Jayawijaya  Mojosongo oleh segenap petugas dari Satpol PP.

“Kami kerahkan petugas gabungan, Linmas, TNI maupun Kepolisian untuk menjaga,” tandasnya. Hany/Mulato

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00