Dua Bulan Deflasi Saat Pandemi, Solo Kembali Inflasi

KBRN,Surakarta: Setelah dua bulan berturut-turut mengalami deflasi di tengah Pandemi Covid-19, Kota Surakarta pada bulan Juni 2020 mengalami Inflasi sebesar 0,29 persen. Inflasi Kota Surakarta disebabkan adanya beberapa kenaikan harga di antaranya  kelompok makanan, pakaian,  perumahan,  Kesehatan, dan transportasi.

Adapun Inflasi sebesar 0,29 persen dengan  Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,82  atau terjadi kenaikan IHK jika dibandingkan pada bulan Mei 2020 hanya 103,52 . Jika dibandingkan pada pada bulan yang sama tahun sebelumnya lebih tinggi  inflasi 0,26 persen.

Sedangkan laju inflasi tahun kalender Januari-Juni 2020 sebesar 0,61 persen. Sedangkan laju inflasi year on year  Juni 2020 terhadap Juni 2019 sebesar 1,40 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta Totok Tavirijanto mengungkapkan, inflasi disebabkan adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya angka indeks harga konsumen. Utamanya pada kelompok makanan 0,41 persen, Kelompok Pakaian 0,09 persen Perumahan 0,10 persen, Kesehatan 0,07 persen. Sedangkan transportasi 0,06 persen, Informasi 0,02 persen, rekreasi 0,02 persen, Penyediaan makanan 1,30 persen, dan kelompok perawatan pribadi 0,10 persen.

“Beberapa Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya telur ayam ras, daging ayam ras, nasi dengan lauk, tukang bukan mandor, ayam goreng, tarif antar kota, dan bawang merah,” beber kepala BPS Solo, Rabu (1/7).

Totok menambahkan, dari 6 kota di Propinsi Jawa Tengah yang terhitung angka inflasinya pada juni 2020 tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota tegal sebesar 0,42 persen. Diikuti Kota Purwokerto sebesar 0,40 persen, Surakarta 0,29 persen, Cilacap 0,28 persen, Semarang 0,16 persen dan Kota Kudus 0,09 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00