Mall Mulai Ramai, Walikota Solo Instruksikan Pengelola Tak Abaikan Protokol Covid-19

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo.jpg

KBRN, Surakarta: Pemkot Surakarta menginstruksikan agar pengelola pusat perbelanjaan tidak mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 kepada pengunjung. Instruksi itu disampaikan mengingat pusat perbelanjaan di Kota Solo mulai ramai dalam beberapa hari terakhir.

Pantauan RRI, pusat-pusat perbelanjaan di Kota Solo mulai ramai dalam beberapa hari terakhir menjelang Lebaran Idul Fitri 1441H. Tak hanya pusat penjualan sandang, namun market pun banyak dikunjungi warga untuk berburu kue lebaran.

Pemkot tidak bisa serta-merta melarang operasional mal maupun pusat perbelanjaan lain lantaran Solo belum menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemkot Surakarta hanya menginstruksikan agar pengelola pusat perbelanjaan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berjalan semenjak Kejadian Luar Biasa (KLB) Korona. 

"Kami meminta agar manajemen pusat perbelanjaan juga membuat aturan. Penjual dan pengunjung harus menggunakan masker, kasir harus menggunakan masker dan sarung tangan, dan menjaga jarak antar pengunjung," tandas Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Senin (18/5/2020).

Hal ini menurut Walikota Sudah diterapkan di Pasar-Pasar Tradisional Kota Solo, dimana pengunjung tanpa masker dilarang masuk. Pemberlakuan itu diminta diterapkan di pusat perbelanjaan. 

Pemkot, bahkan siap menerjunkan tim khusus guna mengecek penerapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan modern. Sebagaimana pemantauan yang selama ini sudah dilakukan di pasar-pasar tradisional. 

"Tapi kami tetap tegas. Di pasar tradisional saja pedagang yang tidak pakai masker nggak boleh jualan. Pengunjung yang nggak pakai masker, nggak boleh masuk. Tempat-tempat kuliner dibatasi jam bukanya hanya sampai pukul 20.00," lanjut pria yang akrab disapa Rudy itu.

Terpisah Chief Marcomm Solo Paragon Lifestyle Mall, Veronica Lahji menyampaikan, mulai minggu lalu sudah ada peningkatan jumlah pengunjungnya berkisar 4.000 orang per hari. Lantaran jumlah pengunjung terus meningkat, manajemen memperketat penerapan protokol kesehatan di mal tersebut. 

"Awal-awal kami masih memberi toleransi bagi pengunjung yang tidak bermasker. Tapi sekarang dipertegas, tidak pakai masker tidak boleh masuk," tegasnya.

Menurut Veronica, pihaknya juga menyediakan hand sanitizer dan menerapkan social distancing di titik-titik keramaian. Pihaknya juga mengimbau agar pengunjung mematuhi protokol kesehatan melalui radio mall setiap satu jam sekali. "Imbauan kami sampaikan berulang terus. Tapi kebanyakan pengunjung tak berlama-lama," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00