8000 Pengusaha Sragen Sudah Megap-megap Hadapi Pandemi

Foto ilustrasi seorang pekerja tengah memproduksi APD masker di sebuah UMKM. Foto by Mulato

KBRN,Surakarta: Wabah virus Corona membawa dampak ekonomi sangat besar. Ribuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dalam kondisi megap-megap (kritis).

Data dari Dinas Koperasi dan UKM Sragen menyebutkan, sampai kini sebanyak 8.116 pelaku usaha kecil  terdampak covid-19. Kondisi ini membuat mereka butuh uluran tangan untuk berusaha bertahan. 

"Sementara terdata ada 8.116 usaha kecil yang mendapatkan bantuan sembako. Database yang kita miliki sejumlah itu yang akan mendapat bantuan,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sragen Untung Sugihartono, Selasa (5/5/2020).

Untung menyampaikan ada dampak yang cukup mempengaruhi usaha mereka. Terutama dari sektor kerajinan, kuliner, dan penjahit. Menurutnya, usaha kecil saat ini mengalami penurunan, baik sisi pemasaran maupun produksi akibat Covid-19.

”Namanya usaha seperti saat ini ada yang sama sekali tidak buka. Karena berhungan dengan kegiatan keluar rumah juga berpengaruh. Contoh saja warung, mainan anak-anak dan penjahit order juga turun,” bebernya.

Pihaknya mengakui kondisi sulit ini diluar perkiraan para pedagang. Karena biasanya pada bulan Ramadhan mengalami peningkatan order. Namun kondisi saat ini justru sepi. "Selain itu juga daya beli masyarakat kan juga berkurang," ujarnya.

Salah seorang pengusaha  Budiono Rahmadi tidak menampik kondisi tersebut. Menurutnya pengusaha yang masih bertahan saat ini hanya mereka yang memiliki tabungan.  "Pengusaha yang bertahan sekarang ini bertahan karena mereka masih punya tabungan. Jujur saya sendiri nombok,” ujarnya.

Bagi pengusaha yang sudah mapan, kondisi ini benar-benar menyulitkan. Apalagi pengusaha yang masih merintis. ”Apalagi pengusaha rumah makan dengan modal pas-pasan bisa tutup dan merugi,” terang dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00