Retribusi Pedagang Digratiskan 4 Bulan, Pemkot Kehilangan PAD 6 M

Salah seorang pedagang tengah menunggu pembeli di pasar tradisional. Foto Dok Istemewa

KBRN,Surakarta: Retribusi pedagang Pasar Tradisional dan Kaki Lima (PKL) di Kota Solo dibebaskan selama empat bulan, mulai Mei sampai Agustus. Dampak dari pembebasan retribusi ini Pemkot Surakarta kehilangan potensi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 5-6 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan Heru Sunardi mengatakan, dispensasi ini diharapkan bisa meringankan beban pedagang saat pandemi Covid-19. Bukan hanya pedagang di los dan kios pasar tradisional saja, melainkan juga berlaku terhadap pedagang kaki lima (PKL). 

"Ada 19 ribu pedagang di 44 Pasar Tradisional. Retribusinya dibebaskan empat bulan sampai Agustus," ungkap Heru Sunardi, Senin (4/5/2020).

Selama ini para pedagang dikenai retribusi pemanfaatan los dan kios berdasarkan penghitungan ukuran lokasi usaha tersebut. Nilainya bervariasi menyesuaikan kelas pasar yang ditempatinya.

Heru menambahkan, kebijakan tersebut menjadi stimulus di tengah kelesuan aktivitas pasar tradisional di Solo sejak pemberlakuan Kejadian Luar Biasa (KLB) Korona pada pertengahan Maret kendatipun harus kehilangan potensi PAD sekitar Rp 6 miliar.

"Saat pekan pertama pemberlakuan KLB, omset Pasar Klewer menurun sampai 70 persen. Sedangkan pasar tradisional lain seperti Pasar Gede dan Legi, umumnya turun 30 persen. PAD kita selama empat bulan ya sekitar Rp 5-6 miliar," ujarnya.

Terpisah Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo mengatakan, dengan pembebasan retribusi ini Pemkot mengajak pedagang tertib menaati protokoler kesehatan. Bagi yang mengabaikan anjuran tersebut, Pemkot mengancam Surat Hak Penempatan (SHP) Los dan Kios akan dicabut.

"Mulai Mei sampai Agustus retribusi dibebaskan. Tapi dengan syarat pedagang wajib pakai masker. Kalau tidak menggunakan masker peringatan tertulis kalau bandel cabut SHP nya," tegas Rudy.

Kepala Pasar Harjadaksina, Listianto, membenarkan pembebasan retribusi tersebut. Sesuai instruksi Wali Kota, pengelola pasar tidak diizinkan menarik segala retribusi kepada pedagang. Selain retribusi penggunaan kios dan los, pembebasan itu juga diberlakukan terhadap uang kebersihan. "Iya benar bulan ini sudah tidak narik retribusi," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00