Pedagang Kurma Solo Gagal Panen, Penjualan Sepi Harga Meroket

KBRN, Surakarta: Penjualan buah kurma di Pasarkliwon sepanjang jalan Kapten Mulyadi Solo pada bulan Ramadhan tahun ini sepi dari biasanya. 

Para pedagang pun mengakui permintaan pelanggan menurun signifikan. Padahal setiap Romadhon momentum panen bagi para pedagang Kurma.

Salah satu pedagang Kurma Pasarkliwon Ismail Miralebe mengatakan, penurunan penjualan  kurma dipicu pandemi covid 19. Sehingga banyak pelanggan grosiran yang berasal dari luar kota berkurang sekitar 40 persen.

"Permintaan untuk grosir yang biasanya sehari ratusan orang saat ini tinggal separuhnya," ungkap Ismail pada RRI, Senin (27/4/2020).

Lanjut Ismail, biasanya masing masing orang membeli 50 hingga 100 karton saat ini hanya 20 karton yang berisi satu kartonnya 10 kg.  Sedangkan untuk eceran jika tahun lalu permintaan sehari 300 hingga 500 kg namun saat ini hanya 200 kg.

"Kemungkinan penurunan dipicu merebaknya virus Corona banyak pelanggan luar daerah yang sudah tidak lagi membeli. Saat ini petmintaan menurun 40 persen," ujarnya.

Sementara pedagang lainnya menyebut sejak mewabahnya covid 19 penjualannya juga mengalami penurunan. Wulan, salah satu pedagang kurma mengaku penurunan itu dari biasanya awal puasa 10 kardus namun kini hanya 5 kardus yang berisi 10 kg.

Sementara kendatipun penjualan menurun namun harga Kurma saat ini justru naik 50-100 persen. Biasanya  sekitar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 sekarang jadi Rp 30-40 ribu perkilogram.

"Karena barang impor juga dibatasi seperti jenis kurma Rp 40.000 saat ini Rp 45.000, Kurma Mesir Rp 30.000 menjadi 35.000 per kilogram," kata Wulan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00