1.800 Buruh Sragen Kena PHK, Pemkab Dorong Daftar Kartu Pra Kerja

KBRN Sragen: Pendemi covid 19 menyebabkan sejumlah pabrik di Kabupaten Sragen kolaps dan merumahkan karyawannya. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen sampai Jumat (17/4/2020) sore mencatat 1.800 buruh pabrik terpaksa terkena Pemutusan Hubungan kerja (PHK). 

PHK yang cukup besar dari PT. Bathi sebanyak 800 buruh. Selain itu juga dari PT Bintang Makmur Sentosa Tekstil juga sekitar 800 buruh. 

"Sedangkan sisanya dari lima perusahaan, berskala kecil," ungkap Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen Sarwaka, Jumat.

Sarwaka mengatakan, mereka yang mendapat Putus Hubungan Kerja (PHK) sebagian besar diarahkan untuk mengurus Kartu Pra Kerja. Disnaker mencoba membantu dengan mendaftar kartu pra kerja secara online

"Dimulai Senin mendatang bertempat di gedung diklat secara online," ujar Sarwaka.

Menurut Sarwaka, Pemkab Sragen hanya mendaftar Kartu Pra Kerja, sementara kebijakan di Provinsi Jawa Tengah dan pusat. Untuk kuota dari Kartu Pra kerja tahap pertama menurut sarwaka mencapai 421.000 orang.  

”Kami tidak bisa memantau di Sragen karena yang mengampu pemprov, ada pula yang mendaftar secara mandiri,” bebernya.

Sementara Sekretaris Disnaker Afif Ajiputra menyampaikan belum tentu pendaftar bisa diterima sebagai pemegang kartu pra kerja, karena yang menentukan dari pemerintah pusat. Pendaftar yang tidak diterima akan diberi pilihan, lanjut mengikuti ke gelombang 2 atau tidak.

"Jika memilih lanjut, tidak perlu melakukan pendaftaran kembali. Nanti di ferifikasi di pusat, Mulai hari ini Jumat (17/4) sampai Senin (20/4) yang terdaftar akan mendapat SMS, dinyatakan masuk atau belum,” jelasnya.

Afif menyampaikan rata-rata pendaftar masih cukup muda. Mulai usia 18-30 tahun. Setelah mendapat kartu pra kerja, harus memilih pelatihan kerja, namun jika 30 hari tidak mengikuti latihan kerja akan hangus. Foto Ilustrasi Pekerja di Pabrik Tekstil Dok Istemewa

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00