Ekspor Industri Tekstil ke AS Tak Terpengaruh Status Indonesia Sebagai Negara Maju

KBRN Surakarta: Amerika Serikat mengklaim Indonesia bukan lagi sebagai negara berkembang melainkan sebagai negara maju. Banyak pengusaha Indonesia khawatir dengan status ini fasilitas dan kemudahan ekspor impor ke Amerika Serikat akan hilang.

Dr.Anh Dung (Andy) Do selaku perwakilan Cotton Council International (CCI) untuk Indonesia menilai, perubahan status Indonesia tidak berpengaruh banyak terhadap ekspor-impor tekstil. Semua itu dapat dinegosiasi, seiring baiknya hubungan diplomatik Indonesia-Amerika Serikat.

"Antara Indonesia dan Amerika tidak ada problem. Amerika mau terima banyak barang dari Indonesia. Dan Indonesia mau beli banyak US Cotton dari Amerika,”  ungkap  Anh Dung (Andy) Do usai seminar The Economics of The Mills oleh Rieter  dan Recent Discoveries about the Quality of US Cotton oleh CCI di Kota Solo, Selasa (25/2/2020).

Menurut Andy Do, Indonesia dan Amerika hubungannya sangat baik di bidang industri tekstil. Indonesia tetap bisa menikmati berbagai fasilitas ekspor seperti yang disediakan ketika masih berstatus negara berkembang.

“Ini tergantung negosiasi Jakarta (Pemerintah) dan Washington. Dia orang orang bisnis, kita orang bisnis. Aku bantu anda, anda bantu aku,” jelasnya. 

Dia mengungkapkan, Presiden Joko Widodo terus mendorong ekspor garmen dari Indonesia ke Amerika. Sebagian besar pengusaha Indonesai menggunakan bahan kapas cotton dari USA dengan kualitas tinggi. Sehingga saat mengekspor hasil produksi garmen ke Amerika tentu akan dipermudah.

"Saat ini, Amerika kondisi ekonominya sangat baik sekali dan banyak orang kaya. Sehingga tentunya bisa membeli barang dari Indonesia," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Asosiasi Perstektilan Indonesia (API) Jateng Lilik Setiawan mengungkapkan, sebenarnya sejak 2013 lalu Indonesia tidak menikmati kemudahan ekspor ke Amerika. Karena Amerika mendahulukan produk dari Vietnam. Hal ini terjadi karena ada perjanjian antara kedua negara tersebut.

"Baru kalau Vietnam itu tidak bisa kita bisa masuk kirim ke Amerika. Nah dengan kita gunakan produk Cotton USA ini harusnya dapat kemudahan ekspor. Kan be to be sama-sama menggunakan produk," tandas Lilik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00