Panen Padi Rojolele, Kembalikan Nama Besar Delanggu

KBRN, Klaten: Kelompok Tani Sarwo Tulus Desa Delanggu Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten melakukan panen padi rojo lele hasil pengembangan teknologi nuklir  yang merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Klaten bersama Batan. Panen padi  seluas kurang lebih empat hektar itu cukup istimewa  lantaran dihadiri tamu penting yakni Rektor UNS Surakarta  Prof Jamal Wiwoho, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Propinsi Jawa Tengah  serta Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan  Kabupaten Klaten.

Ketua Telompok Tani Sarwo Tulus Ihsan Hartanto mengatakan, dengan adanya penen rojo lele ini akan dapat mengembalikan nama besar beras Delanggu sebagai penghasil rojo lele.

“Bagaimanpun padi rojo lele itu asalnya dari Desa Delanggu. Beberapa nara sumber yang kami temui membenarkan,"ungkap Ketua Kelompok Tani Sarwo Tulus Ihsan Hartanto kepada wartawan Minggu (28/2/2021) usai panen raya.

Dari uji coba  yang dilakukan petani, padi rojo lele yang kini dikembangkan tersebut mempunyai rasa wangi, pulen serta tahan lama.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klaten Widyati mengatakan tanaman padi rojo lele tersebut dikembangkan di 26 Kecamatan  dan produksinya berbeda-beda. Ada yang enam ton per hektar dan ada pula yang tujuh ton per hektarnya. Pihaknya memperkenalkan kepada masyarakat jenis rojo lele Srinuk tersebut  yang usianya sekarang  hampir sama dengan tanaman padi lainnya.

Sebelum menggunakan teknologi Batan umur Rojolele  cukup lama bisa mencapai lima bulan namum kini setahun bisa panen tiga kali. 

“Paling tidak ini dikenal dulu oleh masyarakat . Yang terbayang oleh masyarakat rojo lele umurnya masih panjang," katanya. 

Sedangkan Wakil Rektor UNS Surakarta Prof. Rahmat Yunus mengakui, pendampingan yang dilakukan terhadap para petani tersebut belum intensif seperti yang diharapkan. Nantinya akan lebih dikembangkan lagi  terutama untuk wahana belajar bagi para mahasiswa.

"Pendampingannya belum intensif seperti yang kita harapkan. Nanti akan lebih kita kembangkan ini sebagai wahana merdeka belajar , mahasiwa kita  terjunkan ke luar kampus," ungkapnya. 

Panen padi rojo lele  di  Desa Delanggu tersebut diawali dengan tradisi wiwitan  yang dilanjutkan dengan makan bersama nasi wiwit d iareal persawahan. (Adam Sutanto/ Widha )

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00