Pelaku Usaha di Sukoharjo Berharap Gubernur Jateng Dapat Kembali Merevisi SE Terkait Jam Operasional

KBRN Sukoharjo : Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa/Bali selama 14 hari kedepan terhitung per hari Selasa 26 Januari 2021.

Di Sukoharjo perpanjangan PPKM yang disebut untuk kebaikan masyarakat Indonesia sendiri justru memicu reaksi keberatan mayoritas pelaku usaha dari berbagai sektor.

Mereka menilai perpanjangan PPKM sebagai kebijakan tanpa solusi yang diprediksi akan banyak pelaku usaha kecil bakal gulung tikar.

Salah satu pengelola usaha kuliner Marki Food Centre di jalan Jendral Sudirman  Sukoharajo, Abel Syukur yang videonya saat berdebat tentang aturan jam operasional dengan Bupati Wardoyo Wijaya sempat viral beberapa waktu lalu mengatakan, perpanjangan PPKM tidak efektif mencegah penularan virus corona.

Abel Syukur yang juga pegiat media sosial itu mengungkapkan, tidak hanya pedagang kuliner saja yang terkena dampak PPKM.

“Beberapa jenis usaha perekonomian lain juga tidak sedikit yang ikut menanggung dampaknya seperti bisnis wedding, fotograpy, pelaku seni, persewaan sound system, selama hampir 1 tahun, mengaku kesulitan mencari nafkah,” ungkapnya.

   Lebih lanjut dikatakan, perpanjangan PPKM hanya akan memperberat beban sektor usaha perekonomian masyarakat kecil.

“Sebelum membuat keputusan, semestinya pemerintah melakukan survey terlebih dulu agar mengetahui kondisi nyata dilapangan,” tandasnya.

Hal yang sama juga diungkap penjual sate di Marko Food Center, Anggit Suseno yang meminta agar gubernur Jawa Tengah merevisi SE tentang pembatasan jam operasional malam hari.

Menurutnya pembatasan jam operasional pukul 19 kemudian ada kelonggaran hingga pukul 21 dengan hanya melayani take away dinilai tidak realistis.

“Jika nantinya  tetap tidak ada revisi, pihaknya tetap akan mentatai aturan namun bukan karena setuju melainkan agar tidak ribet saja,” cetusnya.

Lebih lanjut dikatakan, pada prinsipnya, para pelaku usaha setuju bahwa penerapan disiplin protokol kesehatan mencegah penularan wabah Covid-19 harus terus dilakukan.

“Karena itu kami tetap secara ketat, memberlakukan 3 M seperti pakai masker, cuci tangan sesering mungkin pakai sabun, dan jaga jarak mencegah kerumunan,” pungkasnya. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00