FOKUS: #VAKSIN COVID-19

PPKM Diperpanjang, Pemilihan RT RW di Solo Lanjut Terus

Kabag Pemerintahan Setda Pemkot Surakarta Hendro Pramono.

KBRN, Surakarta: Masa bakti lebih 2.700 ketua rukun tetangga (RT) dan 600 ketua rukun warga (RW) di Kota Solo akan habis di akhir Januari ini. Pemilihan ketua RT/RW pun tidak bisa ditunda-tunda lagi, atau tetep dilaksanakan dengan protokol kesehatan. 

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Surakarta Hendro Pramono mengatakan tetap mengindahkan edaran Mendagri terkait perpanjangan PPKM Jawa Bali. Sehingga pemilihan ketua RT RW tetap ada pembatasan. 

"Tapi teknis Pemilihan RT RW ini panitia tidak membuat kerumunan, namun dapat keliling dari rumah ke rumah mengantarkan surat suara," jelas Hendro kemarin.

Menurut Hendro, teknis diawali dari pemilihan ketua RW terlebih dulu. Kemudian setelah RW terbentuk, membuat panitia untuk pemilihan ketua RT. Saat ini sebagian pemilihan sudah berjalan dan terpilih dan tunggal saatnya pelantikan bersama. 

Pelantikan ketua RT RW terpilih diharapkan Februari mendatang sebelum Walikota-Wakil Walikota FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo purna tugas, RT RW terpilih sudah bisa dilantik.

"Mudah mudahan tetep bisa sebelum pak wali berakhir. Sebagian sudah terpilih. Bisa tidak harus pilih berkumpul tapi dari panitia keliling setelah membagi surat suara memasukkan. Tergantung perkembangan gimana. Ketua RT RW Sekarang kan masih sampai ada pelantikan lagi," jelasnya. 

Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surakarta Ahyani mengatakan, tetap mengizinkan pemilihan ketua RT RW di lingkungan masyarakat, karena sudah sangat mendesak. Namun demikian pihaknya tidak menginginkan ada pertemuan atau kerumunan saat pemilihan berlangsung, artinya panitia harus melakukan musyawarah secara daring atau pemilihan secara virtual.

"Ya ini tetep berjalan karena sudah mau habis jabatan mereka. Sebelum pak walikota selesai kan harus sudah dilantik," tandas Ahyani.

Ahyani mengatakan Pemkot Surakarta sepakat dengan pemerintah pusat untuk melanjutkan PPKM di Solo. Semua kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan tetap tidak diizinkan, termasuk kegiatan pertemuan RT RW. Selama PPKM masyarakat juga dilarang menggelar hajatan baik di rumah maupun gedung pertemuan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00