FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Langgar PPKM 5 Warung Makan di Solo Ditutup Satpol-PP, Total Sudah 7

Kepala Satpol PP Surakarta Arif Darmawan. Dok Mulato

KBRN,Surakarta: Operasional lima warung makan di Kota Solo kembali ditutup Satpol-PP karena melanggar aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Selain terjadi kerumunan, juga tidak menaati aturan 25 persen dari jumlah kapasitas tempat duduk.

"Sampai saat ini sudah ada tujuh warung makan yang ditutup sementara operasionalnya karena melanggaran peraturan PPKM," kata Arif Dharmawan saat dijumpai di Benteng Vastenburg Solo, Jumat (22/1/2021).

Pemilik warung makan lanjut Arif, sebelumnya sudah diberikan peringatan lisan, surat peringatan pertama (SP1) dan surat peringatan kedua (SP2). Arif menegaskan meski ada kelonggaran jam operasional, pelaku usaha tetap harus melaksanakan protokol kesehatan ketat.

"Warung makan yang kita tutup sementara tersebar di lima kecamatan. Pak Wali kan sudah melonggarkan waktunya. Mestinya harus diikuti dengan 25 persen dari kapasitas tempat duduk dan ketat diprotokol kesehatan," terangnya.

Selain warung makan, Satpol-PP juga menemukan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang melanggar protokol kesehatan. Bahkan, sudah beberapa kali diperingatkan agar tidak berkerumun. Namun, setelah ditinggal petugas, PKL itu kembali mengundang kerumunan.

"Beberapa menit kita tinggal belum sampai berapa menit sudah ngumpul lagi, nyepelekan. Jadi ada yang satu malam kita beri dua SP ada," kata dia.

Sementara itu Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengaku siap melaksanakan perpanjangan PPKM di Solo. Namun demikian Rudy akan mengevaluasi jam operasional tempat usaha.

"Pada kirim surat ke saya, minta dievaluasi dan minta tambahan waktu operasional. Tapi kita rapatkan dengan Satgas Covid-19 dulu," kata Rudy saat dijumpai di Benteng Vastenburg Solo.

Sejak dimulai PPKM hingga saat ini, sudah ada sebanyak 170 pelaku usaha di Solo yang diberikan surat peringatan kedua (SP2). 

Merujuk dalam SE wali kota selama PPKM bahwa makan di tempat paling banyak 25 persen dari kapasitas tempat duduk dengan jaga jarak antar orang paling sedikit 1,5 meter. Sedangkan layanan makanan melalui pesan antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai jam operasional.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00