Selama PPKM Stok Darah di PMI Sukoharjo Menurun

KBRN Sukoharjo : Selama pelaksanaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Palang Merah Indonesia (PMI) Sukoharjo kesulitan mencari pendonor darah.

Akibat kondisi tersebut berimbas pada menurunnya jumlah stok darah hingga mencapai 40 persen.

Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat Unit Donor Darah (UDD) PMI Sukoharjo, Musrifah, mengatakan sebelum pandemi Covid-19, PMI Sukoharjo rata-rata mampu mengumpulkan 1.000-1.250 kantong/bulan dari pendonor.

“Sekarang, ditengah pandemi serta adanya kebijakan PPKM jumlah yang dikumpulkan merosot drastis, paling banyak 800 kantong/bulan,” ungkap Musrifah kepada RRI, Rabu (20/01/2021).

Diakui, sebetulnya kesulitan mengumpulkan darah sejak awal pandemi yakni pada akhir bulan Maret 2020. Saat itu sejumlah agenda penyumbangan darah secara mobile oleh instansi pemerintah, swasta, dan komunitas masyarakat terpaksa batal guna mencegah persebaran Covid-19.

“Guna mengantisipasi minimnya stok darah, pihaknya menjalin koordinasi dengan PMI se-Soloraya, saling membantu jika sewaktu-waktu PMI Sukoharjo membutuhkan darah untuk segera dapat dikirimkan,” cetusnya.

Selain itu katanya kepada masyarakat juga dihimbau untuk tidak takut mendonorkan darahnya, selagi mematuhi protokol kesehatan maka pendonor akan aman dari penularan Covid 19.

Lebih lanjut Musrifah juga mengakui saat ini, stok darah menipis lantaran minimnya minat masyarakat yang menyumbangkan darahnya.

“Padahal, tak sedikit pasien rumah sakit membutuhkan pasokan darah dari PMI Sukoharjo,” ujarnya.

Kepala Markas PMI Sukoharjo, Ismoyo Sidik, berharap agar masyarakat yang rutin menyumbangkan darah kembali melakukan hal serupa di Markas PMI Sukoharjo.

“Selama ini kegiatan penyumbangan darah menerapkan protokoler kesehatan. Sehingga bagi pendonor yang ingin menyumbangkan donornya wajib memenuhi 3 M,” ungkap Ismoyo.

Sementara itu sebagian besar kantong darah PMI Sukoharjo dalam setiap bulan dikirim ke empat rumah sakit yang telah mempunyai bank darah.

Keempat rumah sakit itu yakni RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, RS dr Oen Solobaru, RS Ortopedi dr Soeharso, dan RS Indriati, Solo Baru. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00