FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Langgar PPKM, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2, Dua Rumah Makan Ditutup Sementara

Tim Satgas Covid-19 Surakarta melakukan operasi yustisi di Perbatasan Solo-Karanganyar. Dok Istimewa

KBRN,Surakarta: Satpol-PP Surakarta masih menemukan pelanggaran dalam pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Bahkan sampai hari ke 10 PPKM berlangsung Satpol-PP telah menutup dua rumah makan dan memberikan surat peringatan (SP2) kepada ratusan pelaku usaha.

"Masih ada pelanggaran khususnya rumah makan, masih ada kerumunan dan masker. Tadi malam pelanggaran 38 tempat usaha kita SP 1, 2, dan 3," tandas Kepala Satpol-PP Surakarta Arif Dharmawan di Balaikota, Rabu (20/1/2021).

Arif mengatakan ada dua rumah makan yang terpaksa ditutup karena melanggar PPKM. Namun pihaknya enggan membeberkan  tempat dan nama usaha tersebut. Arif menyebut kewenangan selanjutnya di Dinas Perdagangan terkait pemberian sanksi dan juga pembinaan kedepannya.

"Sudah ada yang sampai tutup dua tempat, rumah makan. Ya karena nekat. Kami hanya melakukan penutupan saat itu, kewenangan Disdag ditutup sampai 2 bulan itu maksimalnya," ungkapnya.

Pengusaha tersebut tidak patuh aturan, atau membuat kerumunan. Padahal aturan selama PPKM makan di tempat maksimal hanya 25%. Oleh karenanya Satpol-PP melakukan pembubaran atau menutup sementara rumah makan kategori kecil itu. "Seperti kedai kopi dan sebagainya itu beli gak seberapa, tapi Wi-Fi sama tongkrongannya itu," sambungnya.

Disisi lain Satpol-PP juga memberikan peringatan terhadap rumah makan Pokwe (Jupuk Dewe- ambil sendiri) . Karena masih memberlakukan layanan pelanggan mengambil makanan sendiri, padahal diaturan harus dilayani.

"Masih kita temukan Pokwe, itu karena sendoknya satu, tangannya ganti-ganti. Nga boleh itu. Ini kami peringatkan nanti dievaluasi lagi untuk pelaksanaannya."

Data dari Satpol-PP Surakarta sampai Rabu (20/1) sudah melayangkan 150 surat peringatan kedua (SP2) kepada 150an pelaku usaha. Jumlah tersebut adalah pelaku usaha yang sebelumnya mendapatkan SP1 pada akhir pekan lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00