FOKUS: #KASUS DANA BANSOS

Tak Peduli Dimarahi Presiden, Walikota Solo Kekeh Pencairan BST Tunggu PPKM Usai

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.

KBRN, Surakarta: Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial tunai (BST) di Kota Solo harus kembali bersabar. Pencarian BST itu baru dilakukan setelah Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selesai dilaksanakan. 

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo kekeh dengan kebijakan awal bahwa selama PPKM pencairan BST ditunda. Walikota tak ingin kebijakannya dilanggar sendiri.

"Nanti kalau PPKM (selesai-red) tanggal 26 diputuskan kepada penerima manfaat menunggu selesai. Bikin edaran sendiri dilanggar sendiri ya nga penak," kata FX Hadi Rudyatmo saat dijumpai di Balaikota, Rabu (20/1/2021). 

Bahkan Rudy sapaan akrab Wali Kota Solo itu siap jika kebijakannya itu akan menimbulkan kemarahan Presiden sampai Gubernur. Rudy berdalih pembagian BST itu akan menimbulkan kerumunan dan rentan terpapar Covid-19.

"Nanti dimarahi Presiden, Mensos, Gubernur ya ben, daripada nampa Rp 300.000 terus mengko terpapar covid kabeh ya rugi semua. Ruginya lebih besar gitu lho," tandas Rudy.

Diberitakan RRI sebelumnya, Gubernur Ganjar Pranowo meminta pencairan BST tidak ditunda lagi. Karena kebutuhan masyarakat tidak bisa ditunda. Ganjar ingin keluarga penerima manfaat bisa belanja sesuai kebutuhan walaupun dalam situasi PPKM. Hal ini disampaikan Ganjar saat memantau pencairan BST di Kelurahan Sangkrah Kecamatan Pasarkliwon, Solo, Selasa (19/1/2021).

Saat itu PT Pos sebagai penanggungjawab penyaluran BST menyerahkan bantuan kepada KPM lansia dan difabel. Penyaluran dengan cara diantar ke rumah.

"PT Pos diantar itu hanya lansia saja. Kalau nganter 61.000 KK penerima BST ya mblenger lah. Penerima manfaat itu kan ada 61.000 yang 9.000an sudah realisasi dan 4.100 BPNT sedang diproses," jelas Wali Kota.

Dengan kebijakan tersebut maka pembagian BST di Solo masih menunggu PPKM selesai. Wali Kota memastikan tanggal 26 Januari BST bagi seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00