FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Satpol PP Surakarta Beri Peringatan Ratusan Pelaku Usaha, Langgar PPKM

Satgas Covid-19 Surakarta melakukan operasi yustisi Prokes selama PPKM berlangsung

KBRN,Surakarta: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Solo sudah berlangsung setengah jalan atau tinggal sepekan lagi. Satpol PP Pemkot Surakarta mencatat, 80 persen sudah patuh.

Namun sebanyak 20 persen tempat usaha di Kota Solo tidak patuh terhadap PPKM. Bahkan sejumlah 150 tempat usaha sudah diberikan Surat Peringatan SP1 hingga SP2.

"20 persen pelaku usaha masih mencuri kesempatan buka khususnya hiburan malam," kata Kepala Satpol PP Arif Dharmawan, Senin (18/1/2021).

Arif mengatakan, beberapa sarana olahraga nekat buka dengan alasan tidak tahu kalau dilarang buka saat PPKM. Sedangkan untuk kerumunan beberapa terjadi khususnya di kedai kopi, kemudian warung makan, dan wedangan dan dibubarkan. 

"Pelanggaran terjadi sebagian besar malam hari, seperti hiburan malam tidak boleh buka namun masih buka, kemudian wedangan tidak boleh berkerumun masih ada kerumunan , termasuk rumah makan itu maksimal 25 persen tapi masih 50an persen," bebernya.

Satpol PP juga membubarkan kerumunan di rumah makan kemudian dilakukan rapid tes di tempat. Pihaknya juga langsung memberikan surat peringatan.

"Sekitar 150an. Itu SP1 dan sebagian SP2. Beberapa sudah SP2 dan kalau sampai SP3 melanggar buka, kita lakukan penutupan sampai dua bulan," tandasnya.

Terpisah Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo memang memberikan kesempatan PKL tetap  boleh membuka usah tapi harus patuh maksimal 25 persen tempat duduk. Selain itu meminta masyarakat tidak takut wedangan dan ngopi namun tidak berkerumun.

"Tidak usah takut wedangan dan ngopi tapi di bawa pulang. Maksimal tempat duduk 25 persen," tandasnya.

Selain itu Pemkot Surakarta mengimbau masyarakat patuh bahwa pandemi ini tanggung jawab  bersama bukan hanya Pemkot. Bahkan garda terdepan dalam mengatasi pandemi masyarakat, sehingga diminta patuh PPKM dan Protokol Kesehatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00