Realisasi Proyek Jalan Pengkok Sulit Kembali Terwujud, Dampak Kades Gagal Bangun Jalan

Foto ilustrasi aksi Warga minta kades bertanggungjawab atas kegagalan melakukan perbaikan 18 titik jalan desa.

KBRN,Sragen: Kepala Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Sragen gagal melaksanakan pengerasan jalan hotmix di 18 titik di tahun anggaran 2020.

Akibat gagal merealisasikan proyek dengan anggaran dari Bantuan keuangan Khusus (BKK) maupun Dana Desa (DD) Kades Pengkok, Sugimin Cokro didesak mundur dari jabatannya. Dia minta waktu 2 bulan untuk mencari anggaran pengganti untuk pembangunan desa. Namun upaya tersebut dinilai sia-sia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sragen Joko Suratno menjelaskan bilamana anggaran BKK tidak terserap otomatis kembali ke Kas Daerah (Kasda). Karena kenyataan sampai tutup tahun 31 Desember uang masih belum digunakan. 

"Otomatis anggaran tersebut menjadi Silpa, yang memungkinkan digunakan dalam APBD Perubahan," katanya Sabtu (16/1/2021). 

Tetapi Joko menjelaskan, 18 titik proyek yang belum dikerjakan mustahil disetujui lagi. Mengingat usulan desa sudah pernah disetujui,  namun tidak terlaksana, tentu tidak menjadi prioritas. Karena masih banyak usulan kegiatan lain yang masuk dalam daftar tunggu.

”Tidak ada larangan usulan ke Pemkab, Tapi namanya usulan bisa ya bisa tidak. Karena proses penganggaran juga ada di eksekutif dan persetujuan dari DPRD. Pengalaman selama ini tidak ada sudah diusulkan, gagal terealisasi, kemudian diusulkan lagi dan disetujui. Selama ini belum ketemu seperti itu,” tegasnya.

Kades Pengkok, Sugimin Cokro meminta waktu kepada warga dan Pemkab Sragen untuk kembali melaksanakan proyek yang gagal. Menurutnya tidak terlaksananya proyek pada akhir 2020 ada berbagai persoalan. Kegagalan proyek tersebut karena beberapa hal yang tidak terduga.

"Kami mohon sabar yang penting guyub rukun. Kita coba carikan pos lain. Kami siap bertanggung jawab," ujarnya.

Namun warga menilai permohonan waktu warga untuk mencari anggaran dari Dana Desa (DD) juga  mustahil terealisasi. Karena 2021 sudah ada ploting pada Desember. 

Selain itu DD 2021 kegiatan infrastruktur semacam jalan kampung, apalagi hotmix bukan prioritas. Karena Prioritas DD 2021 fokus pada desa aman Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00