Hoax Solo Lockdown Desember-Januari, Satgas : Hanya Pengetatan Kegiatan

Foto Ilustrasi, Pendapi Gede Balaikota Surakarta. Dok Mulato

KBRN,Surakarta: Jagad media sosial digemparkan dengan pesan berantai yang menyampaikan informasi Kota Solo Lockdown mulai pertengahan Desember sampai Januari 2020. Informasi tersebut tersebar luas di media dan aplikasi WhatsApp. 

Ketua Pelaksana Satgas Covid-19 Surakarta Ahyani saat dikonfirmasi wartawan langsung menyangkal adanya informasi tersebut. Pemkot sejak awal pandemi sampai sekarang tidak ada rencana Lockdown, apalagi membuat informasi. Pihaknya menyesalkan orang-orang iseng yang membuat resah masyarakat. "Paling ya orang iseng di medsos," kata Ahyani, Sabtu (5/12/2020).

Menurut Ahyani, seiring peningkatan kasus Satgas Covid-19 hanya melakukan pengetatan kegiatan masyarakat mulai dari jumlah pengunjung hingga durasi. Selain itu mengintensifkan operasi yustisi dengan peningkatan sanksi. 

"Intinya kan kita hanya pengetatan aja, pembatasan kegiatan masyarakat, kayak kemarin itu, hajatan-hajatan itu, kerumunan dan sebagainya, dengan peningkatan sanksinya," jelas Ahyani.

Ahyani juga mengatakan, satgas Covid-19 belum mengeluarkan surat edaran SE baru soal rancangan pemberlakuan karantina bagi pemudik. Pihaknya masih membahas SE baru termasuk Peraturan Walikota manakala ada peningkatan sanksi.

"Detailnya baru dibahas untuk SE berikutnya. SE-nya sama perwalinya kalau ada peningkatan sanksi di perwali," tandasnya.

Pria yang menjabat Sekretaris Daerah Kota Surakarta itu mengatakan akses masuk dari dan ke Kota Solo tetap dibuka. Namun ketika warga luar kota masuk ke Solo harus dikarantina selama 14 hari.

"Ini untuk mengantisipasi pemudik dan wisatawan masuk ke Solo. Kita karantina dulu 14 hari untuk memastikan dia tidak membawa virus," ujarnya.

Sebelumnya Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo akan melakukan karantina bagi pemudik atau warga yang akan berlibur ke Solo. Pihaknya menyiapkan tenda pleton di Benteng Vastenburg Solo untuk tempat karantina. 

"Nanti Jogo Tonggo, kalau ada orang datang ya supaya melapor, kita jemput. Kalaupun membawa surat sehat dari kota asal belum menjamin. Makanya daripada dikarantina lebih baik tidak usah ke sini (mudik)," bebernya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00