Underpass Transito Solo Hampir Rampung

KBRN, Surakarta : Persoalan yang selama ini menjadi kendala masyarakat kalurahan Pajang Kecamatan Laweyan Solo sisi utara dan sisi selatan karena  tidak adanya akses yang menghubungkan langsung akan terselesaikan. Setelah selesai dibangun Jembatan Warga Makaryo Blag Bligan Pajang, tak lama lagi juga akan dirampungkan terowongan atau underpass di jalan Transito.

Sekretaris  Komisi II DPRD Kota Surakarya Janjang Sumaryono Aji menyatakan, sarana yang dibangun ini menjadi perwujudan cita-cita masyarakat Pajang yang sudah diidamkan sejak lama. Mereka tak lagi harus memutar, jika ingin mengurus ke berbagai sarana perkantoran dan layanan warga   yang kebanyakan ada di sisi selatan, sementara akses perdagangan, ekonomi, sekolah akan lancar, juga bisa mengurai kepadatan lalu lintas seandainya jalan  Slamet Riyadi macet. Janjang bersama anggota Komisi II DPRD yang lain sepakat memberikan masukan untuk lampu di atas terowongan diganti, karena rawan dicuri dan jika gelap rawan akan tindak kejahatan.

“Memang betul lampu ini rawan untuk di curi kalau masih seperti ini, kami harapkan dari DPU untuk merubah lampu jadi khususnya nanti lampu di sebelah samping dibaut atau lainnya karena kalau tidak ada tindakan itu nanti sini gelap. Kalau sudah gelap ya rawan apapun,  apalagi di  jalan Transito  ini rawan jambret, “ ungkap Janjang kepada wartawan saat melakukan inspeksi mendadak  dengan anggota Komisi II DPRD Kota Surakarta di Underpass Transito, Senin (30/11/2020)

Sementara Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta Nur Basuki merasa optimis pembangunan terowongan transito ini selesai tepat waktu tanggal 19 Desember nanti.  Berbeda dengan pengerjaan tahap pertama dengan anggaran 4,5 Miliar yang cukup sulit sehingga pembangunan molor sampai kena pinalti, untuk pembangunan lanjutan tahap ke 2 dengan anggaran 1,2 Milyar ini relatif lancar.

“ Kalau tahap dua ini relatif ya kendalanya gak ada. kalo tahap satu kemarin karena selama ini  belum ada drainase, sehingga  banyak air yang masuk  menggenang di terowongan tapi kalo tahap dua ini sudah tidak, airnya sudah tidak masuk, “ jelas Nur Basuki.

Underpass ransito Pajang ini, hanya diperuntukkan bagi pengendara motor dan pejalan kaku. Akses jalan selebar 5 meter, untuk jalan yang diaspal 3,5 meter dan sisanya untuk  trotoar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00