Kasus HIV/AIDS di Sukoharjo Sejak Januari Mencapai 650 Kasus

KBRN Sukoharjo : Peningkatan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sukoharjo masih terjadi di tengah pandemi Covid-19.

Berdasar data yang didapat dari Yayasan Sahabat Sehat Mitra Sebaya (Yasema), sejak bulan Januari hingga September tahun 2020 ini secara akumulatif mencapai  650 orang.

Rincian 325 orang terkena HIV, 322 orang terkena AIDS, dan 138 orang telah meninggal dunia.

Yasema sendiri merupakan organisasi masyarakat yang bergerak untuk melakukan pendampingan dan pembinaan dalam bidang sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat yang telah banyak membantu Orang Dengan HIV Aids (ODHA) dan mantan penggunan narkoba.

Penanggungjawab Yasema Sukoharjo, Garis Subandi mengatakan, fenomena ini seperti gunung es karena kasus HIV/Aids di lapangan lebih besar dari pada data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten DKK.

“ Untuk temuan kasus HIV/AIDS secara akumulatif sejak bulan Januari hingga September sebanyak 650 kasus,” ungkap Garis kepada RI, Senin (30/11/2020).

Menurutnya, temuan itu lebih banyak di layanan kesehatan.  Sehingga pelayanan dan pemeriksaan HIV Aids di Sukoharjo sudah berjalan, hingga ditingkat pertama sudah mampu mendeteksi orang-orang dengan resiko HIV/Aids.

Dikatakan Garis Subandi selain sosialisasi, pihaknya telah bekerjasama dengan DKK untuk melakukan pendampingan terhadap orang-orang yang tertular virus HIV/Aids.

Sebab orang yang terkena HIV cenderung malu dan menutup diri. Oleh karena itu pihaknya akan melakukan proses pendampingan untuk penerimaan status, sambil melakukan proses kesehatan dan rehabilitasi.

“ Kami berharap tidak ada lagi orang yang terkena virus HIV Aids, dan masyarakat juga diminta untuk menerima orang yang positif HIV,” cetusnya.

Kasus baru didominasi kalangan usia muda yakni berada di kisaran usia 20 sampai 30 tahun.

Sementara dari sumber penularan sendiri didominasi karena perilaku free sex yaitu perilaku seks menyimpang baik pria dengan pria maupun wanita dengan wanita.

“ Sumber penulalan paling banyak free sex. Sumber penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik seperti penyalahgunaan narkoba sudah tidak ditemukan,” pungkasnya. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00