Sejak 2005, 1500 Kasus HIV/AIDS Berhasil Diungkap KPA Surakarta

KBRN, Surakarta: Seribu lima belas kasus HIV/AIDS di Kota Solo Sejak tahun 2005 sampai Agustus 2020 berhasil diungkap.

Pengelola MONEV dan Advokasi Kebijakan, Komisi Penanggulangan AIDS-KPA Kota Surakarta Tri Wahyudi saat dikonfirmasi mengatakan, dari seribu limabelas kasus tersebut, 164 diantaranya telah meninggal dunia. 

"Dari 1500 kasus itu, 164 meninggal dunia, lalu total masih ada 851 kasus dengan perincian kategori HIV sebanyak 362 dan kategori AIDS sebanyak 489," jelasnya kepada RRI, Senin (30/11/20).

Padahal, lanjut Wahyudi, berdasarkan estimasi dari Global Fund, sebuah Lembaga Donor dalam penanganan HIV/AIDS di Indonesia, sejak tahun 2012, sampai sekarang terdapat 2 ribu 6 ratus 37 kasus HIV/AIDS di Kota Solo.

”Sampe tahun 2005 hingga 2020 kita sudah mampu membongkar 1015 kasus, dikurangi yang meninggal 164, sehingga kumulatif masuknya 851, sampe Agustus 2020,” bebernya.

Sementara itu Sekretaris KPA Kota Surakarta Widdi Srihanto mengungkapkan kendala dalam mengungkap kasus HIV/AIDS. Menurutnya, keberadaan penderita HIV/AIDS setelah kasusnya terungkap menjadi sulit terdeteksi.

”Kendalanya adalah orang dengan HIV/AIDS itu, mereka itu sekarang itu ada dimana setelah pemeriksaan terus pengobatan, kemudian itu kan sudah dilepas," ungkapnya.

Widdi mengungkapkan, Pemerintah tidak mungkin untuk mengawasi keberadaan mereka secara terus menerus.

"Jadi Ga mungkin Pemerintah akan terus menerus mengawasi, nah itu tugas kita semua, sebetulnya orang ini ada dimana di Solo ini, karena ini potensial membawa dampak virus,” jelasnya.

Di tengah pandemi ini, Widdi mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai hal dalam penanganan HIV/AIDS sejak bulan Juli dengan mendatangi tempat-tempat yang potensial terjadi penularan HIV/AIDS.

"Kita sudah kunjungi beberapa lokasi yang berpotensi seperti sosialisasi bahaya AIDS dan pembagian sembako serta masker," katanya.

Sementara, sebagai rangkaian puncak kegiatan peringatan HIV/AIDS se-dunia, akan digelar Webinar yang diikuti oleh Dinas Kesehatan, KPA dan berbagai LSM yang ikut menanggulangi penanganan HIV/AIDS.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00