Nominal Ganti Rugi Tanah Proyek Tol Kecil, Pemdes Kahuman Kesulitan Cari Tanah Pengganti

Pjs Bupati Klaten

KBRN, Klaten:Sejumlah warga yang terkena dampak jalan tol Solo Yogyakarta di Kabupaten Klaten  sudah menyetujui  hasil pendataan yang dilakukan BPN dan menerima besaran ganti rugi termasuk  tanah kas desa. Namun demikian terjadi perbedaan besaran ganti rugi yang diterima masyarakat  dengan tanah kas milik desa seperti yang terjadi di Desa Kahuman kecamatan Polanharjo kabupaten Klaten.

Kepala Desa Kahuman Ida Andung Kepada RRI menyebutkan untuk pengganti tanah milik warga  besarannya kurang lebih 600 ribu rupiah permeter. Sedangkan untuk tanah kas desa jauh dari nilai itu yakni rata-rata 350 ribu rupiah permeter.

"Betul mas memang untuk tanah kas desa sudah keluar. Ada 19 bidang  ketika kita buka ternyata memang beda. Penilaian dari apresial rata-rata 350 ribu rupiah per meter, meskipun ada yang agak tinggi. Inipun dibawah yang 600 ribu permeteri milik warga," ungkap Kepala Desa Kahuman Polanharjo Ida Andung kepada RRI, Jumat (27/11/2020).

Dikatakan, dengan nilai yang kecil tersebut  tentu  berpengaruh  dalam mencari lahan pengganti mengingat   harga ganti rugi yang dinilai terlalu kecil. Disebutkan di Desa Kahuman  tanah kas desa yang terkena dampak tol sebanyak 19 bidang  dari total seluruhnya 120 bidang.

"Kita sudah mulai mencari tanah pengganti   termasuk telah membentuk panitianya," imbuhnya. 

Sementara, sebelumnya, Pejabat Sementara Bupati Klaten Sujarwanto menanggapi ganti rugi yang kecil untuk tanah kas desa  tersebut antara lain menyatakan ada prosedur yang berbeda antara tanah negara, tanah kas desa dan tanah masyrakat. Jika tanah negara  justru tidak ada penggantinya namun untuk tanah kas desa menyangkut  milik desa dan prosedurnya belum selesai.

"Ada prosedur yang berbeda, sebenarnya kalau tanah negara tidak diganti. Namun  ini tanah kas desa kan menyangkut hak desa. prosedurnya belum selesai harus dimintakan ijin terlebih dahulu," tegas Sujarwanto kepada wartawan. 

Sujarwanto juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat yang sudah merelakan tanahnya untuk kepentingan bangsa negara. Walaupun ada kekecewaan lantara antara harapan dan kenyataan berbeda terkait dengan besaran ganti rugi.

"Ganti rugi yang diberikan  tentu sudah diperhitungkan dengan matang," tandasnya.  Adam sutanto/AD

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00