Polres Sukoharjo Selesaikan Pra Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Wanita Yang Dibakar di Dalam Mobil

KBRN Sukoharjo :  Polres Sukoharjo kembali menggelar pra rekontruksi kasus pembunuhan dengan korban Yulia (42), warga Selogiri Wonogiri yang sering tinggal di Pasar Kliwon Solo, Selasa (27/10/2020).  

Pra rekonstruksi digelar di halaman toko material bangunan Mekar Jaya di Dusun Cendana Baru, Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari.

“Di lokasi tersebut tersangka EP (30) memperagakan beberapa adegan mulai dari kedatangan untuk memarkirkan mobil bersama korban hingga membakar mobil Xenia nopol AD 1526 EA hingga meninggalkan lokasi,” ungkap Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

Menurutnya, selain 7 adegan oleh pelaku juga adegan beberapa saksi yang melihat pertama kali saat mobil terbakar hingga dilakukan penyiraman.

“Saat melakukan pembakaran, api juga mengenai tersangka. Dalam kondisi kaki mengalami luka bakar, EP berjalan menuju bank BRI yang lokasinya tak jauh dari pembakaran mobil. Kemudian tersangka dijemput oleh seorang saksi berinisial S yang merupakan karyawan di tempat usaha ternak ayamnya,” cetus Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas juga mengatakan segera menggelar rekonstruksi bersama tim dari kejaksaan negeri setelah menyelesaikan pra-rekonstruksi.

“ Setelah pra rekon ini kami segera menggelar rekonstruksi bersama tim dari kejaksaan,” cetusnya.

Sebelum menggelar pra rekonstruksi lanjutan, tersangka EP sempat menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD Sukoharjo.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa tersangka tidak mengalami gangguan kejiwaan.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo yang mendampingi tersangka AKP Muhamad Alfan mengatakan bahwa, hasil pemeriksaan dipastikan tersangka dalam kondisi normal dan tidak ada indikasi mengalami gangguan kejiwaan.

“ Hasil pemeriksaan kejiwaan oleh tim RSUD Ir Sukarno Sukoharjo bahwa tersangka normal tidak ada ganguan jiwa,” tegas Kasatreskrim.

Saat ditanya terkait kabar tersangka pernah terjerat kasus kriminal di Jakarta, Kasatreskrim masih melakukan penyelidikan. Namun demikian, tersangka EP baru kali pertama melakukan pembunuhan.

“Tindakan pelaku dipicu motif ingin menguasai harta korban. Sebab selain terlilit utang Rp145 juta kepada korban, tersangka juga memiliki utang ke pihak lain,” pungkasnya. (Edwi).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00