Kapolres Baru Kekeh Belum Keluarkan Izin Hiburan Hajatan, Warga Sragen Harus Sabar

KBRN, Sragen: Izin menyelenggarakan hajatan disertai dengan hiburan bagi masyarakat Kabupaten Sragen belum bisa diberikan. Kendatipun Kapolres Sragen telah berganti, dari AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo kepada AKBP Yuswanto Ardi.

Situasi pandemi covid-19 yang masih berlangsung saat ini menjadi alasan untuk belum menerbitkan izin tersebut. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan saat ini Sragen masih masuk zona oranye.  

"Angka kasus positif, hingga Selasa (27/10/2020) ini sudah mencapai 793 kasus," ungkapnya.

Untuk diketahui Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menginstruksikan kepada semua Kapolsek di wilayah hukum Sragen untuk menghentikan pemberian izin keramaian termasuk hajatan. Penghentian izin keramaian itu dimulai hari ini, Kamis (10 September 2020 sampai batas waktu yang belum ditentukan. 

Tatag Prabawanto menyampaikan izin keramaian menjadi ranah kepolisian, pihaknya menghargai kebijakan kepolisian untuk menekan penularan Covid-19. "Kami harap warga masyarakat tetap patuh agar wabah ini segera terkendali," pintanya.

Terpisah Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menegaskan belum akan menerbitkan izin keramaian maupun izin hiburan di acara hajatan. Penegasan itu disampaikan Ardi sesaat usai resmi menjabat Kapolres Sragen, Sabtu 24 Oktober lalu. AKBP Yuswanto menjelaskan izin keramaian dan hiburan sementara dihentikan karena alasan demi menekan penyebaran covid-19.

"Iya (belum terbitkan izin keramaian). Karena situasinya masih dalam kondisi pandemi dan itu merupakan upaya pemerintah dan harus kita dukung,” bebernya. 

Menurut Kapolres, salah satu cara menekan penyebaran virus itu dengan meminimalisir kerumunan massa maupun kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang. Mantan Kasatlantas Polrestabes Semarang itu mengatakan, satu-satunya cara untuk bisa untuk mempercepat proses pemulihan itu adalah dengan cara meminimalisir kegiatan mengumpulkan massa.  

“Kita belum tahu sampai kapan. Nanti kita lihat perkembangannya nanti sambil jalan kita sampaikan,” ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00