31 Pejabat Dinas Pendidikan Diswab, Tidak Mempengaruhi Operasional Dinas

KBRN, Klaten: Sebanyak 31 pejabat dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten lainnya harus menjalani swab terkait meninggal salah seorang pejabat dilingkungan dinas tersebut  karena terkonfirmasi covid 19. Hasil traking  dan harus menjalani swab  antara lain  Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas kesehatan dan kurang lebih sepuluh kepala Sekolah.

 Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Klaten Wardani Sugianto kepada RRI hari Selasa (26/10/2020) mengungkapkan hasil tracing itu didapatkan sekitar 31 orang  dan mereka diwajibkan untuk swab serta  melakukan isolasi mandiri.

"Hari Sabtu kan di tracing, dan sekitar 30 orang diwajibkan untuk swab. Isolasi mandiri. Selain yang dikantor dinas juga ada pengurus MKKS yang sering ketemu pak Lasa dan lima kepala SMP yang sedang uji coba belajar tatap muka,"ungkap Wardani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten. 

Dikatakan sejak hari sabtu (24/10/2020) sudah duilakukan sterilisasi berupa penyemprotan desinfektan termasuk ruang Bidang Pengembangan SMP juga dilakukan strilisasi. Namun dari adanya kasus tersebut kegiatan belajar tatap muka yang kini sedang berjalan disejumlah sekolah tidak terpengaruh.

Sedangkan Asisten Peemrintahan dan Kesejahteraan Kabupaten Klatren Ronny Roekminto kepada RRI mengatakan agar seluruh yang menjalani swab untuk melakukan isolasi mandiri.Ia juga berharap seluruhnya negatif.

"Untuk Dinas pendidikan hari ini dilakjukan tracing dan swab. Semoga negatif semuanya . namun saya sarankan untuk temen-temen yang di swab untuk isolasi sambiul menunggu hasil swab," kata Ronny.

Ditambahkan sebagian besar yang dilakukan swab merupakan pejabat struktural sehingga tidak memperngaruhi kegiatan pendidikan.

 Sementara Kasubag perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Didik mengungkapkan dari 31 pejabat yang dilakukan pengambilan swab selain Kepala Dinas Pendidikan dan Sekretaris  juga terdapat sepuluh Kepala Sekolah.Mereka itu yang sebelumnya mengikuti rapat bersama Kepala Bidang Pengembangan SMP.  Adam Sutanto/AD

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00