Pelapor Maupun Terlapor Sering Mangkir, Bawaslu Sukoharjo Sulit Tangani Kasus Pelanggaran

KBRN Sukoharjo : Kasus dugaan pidana pemilu pembagian sembako dengan terlapor calon bupati nomor 02, Joko Santosa masih ditangani Bawaslu Sukoharjo.

Hanya saja baik pelapor maupun terlapor sudah dua kali mangkir dari panggilan Bawaslu untuk dimintai keterangan.

“ Untuk kasus pembagian sembako oleh Paslon 02 sudah masuk ke tahap pembahasan kedua bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu),” ungkap Komisioner Bawaslu Sukoharjo dari Divisi Penindakan Pelanggaran Rohmad Basuki dalam jumpa persnya di kantor Bawaslu, Senin (26/10/2020).

Pihaknya menjamin masyarakat tidak perlu khawatir dengan konerja Bawaslu. Sebab semua laporan yang masuk pasti ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada.

“ Masyaraka ndak usah khawatir, semua bentuk laporan pelanggaran tetap kami proses,” terangnya.

Menurutnya, untuk pelapor AH sudah dipanggial dua kali tidak hadir, masing-masing pada 23 dan 25 Oktober. Begitu juga terlapor cabup Joko Santosa juga tidak hadir dalam pemanggilan tanggal 25 dan 26 Oktober.

“Kendala Bawaslu untuk menuntaskan kasus dugaan pidana pemilu tersebut kadang terlapor dipanggil untuk klarifikasi tidak hadir,” ungkap Rohmad Basuki.

Terkait barang bukti sendiri, dikatakan Rohmad Basuki terdiri dari paket sembako, foto dan juga video.

Sedangkan saksi pengambil rekaman vidio belum ada karena rekaman video yang disampaikan bukan rekaman aslinya. Rencananya Gakkumdu akan melakukan pembahasan kedua terkait kasus tersebut.

“Nantinya, akan diputuskan apakah kasus tersebut bisa dilanjutkan ke ranah penyidikan atau langkah lainnya,” cetusnya.

Kasus pembagian sembako sendiri terjadi di Dukuh Pepe, Desa Langenharjo oleh cabup nomor 2, Joko Santosa.

Pembagian sembako terjadi pada 14 Oktober lalu dimana Joko dan tim mendatangi rumah warga yang kemudian menyerahkan paket sembako. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00