Diiringi Tradisi Tionghoa Pecah Semangka, Jenazah Robby Sumampouw Dimakamkan di Delingan

KBRN, Surakarta: Jenazah pengusaha hiburan dan properti asal Solo Robby Sumampouw hari ini Kamis (15/10/2020) dimakamkan di Pemakaman Taman Memorial Delingan, Karanganyar. Pemakaman berlangsung tepat hari ke lima setelah pengusaha sukses itu dinyatakan meninggal pada Minggu (11/10/2020). 

Upacara pemakaman diwarnai prosesi budaya Tionghoa pecah buah semangka, sebelum jenazah diberangkatkan. Selain itu, keluarga menggelar misa pemberangkatan jenazah di ruang E Thiong Ting, sebelum pemakaman berlangsung. 

Prosesi pemakaman dimulai sekitar Pukul 10.10 WIB, perwakilan keluarga membawa salib dan foto Robby Sumampow berjalan perlahan keluar dari ruangan di Thiong Ting. Peti jenazah kemudian didorong hingga sampai di luar ruangan, peti dimasukkan ke dalam mobil jenazah Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS). 

Pemberangkatan dilakukan setelah keluarga memecah buah semangka di depan mobil jenazah. Masih diiringi keluarga yang membawa foto dan salib, mobil kemudian berjalan perlahan menuju jalan raya. Rombongan pun berangkat menuju Karanganyar. 

Humas Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) Sumartono Hadinoto menjelaskan prosesi pecah semangka ini ritual adat budaya Tionghoa, dengan harapan Robby Sumampouw mendapatkan tempat terbaik. Selain itu keluarga yang ditinggal selalu dalam keberkahan. 

"Itukan kepercayaan selain religi kan juga punya peninggalan dari nenek moyang. Biasanya kan pakai semangka lepas lele atau pecah genting. Itu simbul simbul untuk memperlancar, keluarga yang ditinggalkan juga dalam kondisi baik," jelas Sumartono.

Semasa hidup, Robby yang juga bernama Ie Kian Tong dikenal sebagai pengusaha properti dan hiburan. Propertinya tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara seperti Singapura, Hongkong, Korea Selatan. 

Sumartono menyampaikan bahwasannya Robby dikenal sosok yang dermawan dan sering membantu kegiatan sosial. 

"Pesan dia itu kita warga Solo harus bersatu apapun kalau bersatu kan kuat. Dan dia seorang yang sosial. Memikirkan orang lain apabila mendapat keberkahan orang lain juga dibantu," ucapnya.

Pengusaha yang sering disebut dengan nama panggilan akrab Robby itu meninggal dunia pada Minggu (11/10) pukul 23.00 WIB di Singapura. 

Robby meninggal dunia pada usia 74 tahun, meninggalkan seorang istri, Priska Endang Lestari Pudjiastuti dan lima orang anak serta tujuh orang cucu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00