Pengundian Nomer Urut Pilkada Wonogiri, Kedua Paslon Tidak Kerahkan Massa

KBRN Wonogiri : Kedua pasangan calon (paslon) yang akan bertarung pada Pilkada Wonogiri benar-benar mematuhi aturan protokol kesehatan ketat.

Saat mengikuti pengundian nomer urut paslon Pilkada 2020 yang digelar KPU Wonogiri, Kamis (24/09/2020) baik pasangan Joko Sutopo/Setyo Sukarno (JOSS) dan Hartanto/Joko Purnomo (HARJO)  tanpa ada pengerahan massa.

Pasangan HARJO datang terlebih dulu menggunakan mobil CRV datang diikuti sekitar 15 pendukungnya sesuai kuota yang diberikan KPU.

Disi lain pasangan JOSS yang datang 10 menit kemudian justru tidak satupun membawa pendukungnya.

Pasangan yang diusung PDIP, Partai  Golkar dan PAN datang ke kantor KPU mengendarai sepeda motor berboncengan dengan calon wakil bupati Setyo Sukarno.

Hartanto calon bupati yang diusung PKS, PKB dan Gerindra saat memberikan keterangan persnya mengaku memang berkomitmen tetap menjaga protokol kesehatan terutama kerumunan massa. Oleh karena itu pasangan HARJO datang ke KPU Wonogiri hanya bersama istrinya dan EO yang jumlahnya hanya beberapa oran saja.

“ Ya, kami hanya datang bersama istri termasuk istri pak Joko. Lainnya adalah EO kami yang jumlahnya juga tidak banyak,” ungkap Hartanto.

Hal yang sama juga diungkap calon bupati Wonogiri Joko Sutopo yang hanya datang berdua dengan mengendarai sepeda motor.

Jekek panggilan akrab yang juga bupati Wonogiri itu bahkan tidak didampingi istrinya dan timsesnya.

“ Himbauan untuk tidak membawa massa benar-benar kami taati dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat. Sehingga kami tidak membawa massa dan hanya datang berdua naik motor bersama pak Setyo,” ungkap Jekek

Sementara itu berdasarkan hasil undian yang dilakukan KPU Wonogiri akhirnya pasangan HARJO mendapatkan nomer urut 1 dan pasangan JOSS nomer urut 2.

Pengundian nomer urut dipimpin Ketua KPU Wonogiri Toto Sih Setyo juga dihadiri Bawaslu, Satgas Covid 19, dan jajaran Forkompimda menggunakan kendi yang dironce bunga melati.

Kedua kendi dipecahkan oleh kedua calon wakil bupati yang didalamnya sudah tertera gulungan kertas bertuliskan huruf A dan B dan untuk menentukan nomer urut harus menggunting seutas tali yang kemudian muncul bendera bertuliskan angka 1 dan 2.

Usai pengundian juga dilakukan penandatangan Fakta Integritas  Pilkada Damai  ditengah pandemi untuk tetap menjaga protokol kesehatan Covid 19. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00