Diundang JP untuk Disomasi, Belasan Jurnalis Walk Out

Pakubuwono XIII didampingi Prameswari (Tengah) bersama para Pangageng saat menggelar jumpa pers di Sasana Handrawina Keraton Surakarta, Rabu (23/9).

KBRN, Surakarta: Belasan wartawan mendapatkan perlakuan kurang mengenakkan oleh Pihak Keraton Kasunanan Surakarta saat menghadiri jumpa pers yang diselenggarakan di di Sasana Handrawina Rabu (23/9/2020).

Melalui Kuasa hukumnya Ferry Firman Nurwahyu, Pakubuwana XIII Hangabehi, menuding 13 media cetak maupun online memberitakan Keraton Surakarta secara tidak benar dan akan dilakukan somasi.

Pantauan RRI belasan awak media  walk out (meninggalkan) konferensi pers yang dihadiri Pakubuwana XIII Hangabehi beserta Prameswari dan para Pangageng Keraton.

Puncak kekesalan wartawan dalam jumpa pers tersebut, Kuasa hukum Pakubuwana XIII Hangabehi, KPA Ferry Firman Nurwahyu menuding 13 media cetak maupun online memberitakan Keraton Surakarta tidak dengan prinsip cover both side (berimbang).  Media memberitakan apa yang disampaikan KPH Eddy Wirabumi tanpa adanya konfirmasi.

Ferry mengaku telah meneliti pemberitaan media mengenai Keraton Surakarta sejak 26 Agustus hingga 21 September ada 13 media yang memberitakan pernyataan Wirabumi. Tapi anehnya tidak pernah konfirmasi kepada PB XIII.

“Jadi rekan-rekan media di sini memberitakan apa yang dikeluarkan KP Wirabhumi secara bulat-bulat tanpa konfirmasi kepada pihak Pakubuwana XIII. Saya juga tidak tahu maksud dan tujuannya apa,” kata Ferry saat jumpa pers di Sasana Handrawina, Rabu.

Ferry juga kemudian meminta untuk menggunakan hak jawab dan hak koreksi atas pemberitaan yang dinilai merugikan Pakbuwana XIII. Ferry mengaku Sinuhun Pakubuwana XIII akan mengajukan somasi terhadap media-media ini. 

"Yang pasti nanti Pakubuwono XIII akan melakukan somasi terhadap media ini tadi. Kemudian meminta hak jawab dan hak koreksi atas pemberitaan yang sudah merugikan," beber Ferry.

Selama ini wartawan selalu berusaha menghubungi pihak Keraton untuk konfirmasi, baik kepada Kuasa hukum maupun ke beberapa pangageng. Salah seorang jurnalis Solo Wijayanti mengaku kesulitan untuk mendapatkan tanggapan dari pihak keraton karena terkesan menutup diri.

"Selama ini kami selalu berusaha menghubungi pihak Keraton untuk konfirmasi, tapi tidak pernah ada tanggapan," ujar jurnalis Jateng Pos itu. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00