Joko Sutopo, Kiat Menekan Kasus Covid di Wonogiri Melalui Pendekatan Kultural

KBRN Wonogiri : Banyaknya warga Wonogiri yang merantau atau menjadi kaum boro di wilayah  Jakarta dan sekitarnya membuat arus perjalanan pulang pergi mulai meningkat.

Hal itu setidaknya terpantau di terminal Giri Adipura Wonogiri pada satu hari jelang memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta 14 September 2020.

Saat itu lebih dari 2.000 warga dari Jakarta dan sekitarnya datang ke Wonogiri menggunakan bus. Kedatangan kaum boro dari Jakarta kembali ke daerahnya itu memunculkan kekhawatiran terjadinya  penyebaran Covid-19.

Karena itu petugas Terminal Giri Adipura Wonogiri bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten gencar menyampaikan himbauan mengenai pentingnya protokol kesehatan.

“ Himbauan menyasar para penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP), terutama kedatangan maupun keberangkatan ke wilayah Jabodetabek,” ungkap Kepala Terminal Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto kepada RRI, Rabu (23/09/2020).

Menurutnya, himbauan kepada penumpang dilakukan agar mereka tetap menggunakan masker di dalam bus dan mentaati protokol kesehatan.

Sementara itu, Pemkab Wonogiri lebih fokus melakukan antisipasi di masyarakat, salah satunya memperkuat peran ketua RT, RW, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di setiap desa.

Ketua Satgas Covid-19 kabupaten Wonogiri, Joko Sutopo, meyakini dengan langkah itu kasus Covid-19 di kabupaten Wonogiri bisa ditekan.

 “ Ya, jika terdapat pasien positif Covid-19 sepulang dari perjalanan, bisa segera ditangani sehingga tidak menyebar ke masyarakat local. Oleh karena itu dengan bahasa dan pendekatan kultural masyarakat akan mudah memahami dan akan menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Jekek panggilan akrab Bupati Wonogiri kepada wartawan.

Diberitakan sebelumnya, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri bertambah sembilan orang dalam waktu enam hari yang didominasi perjalanan dari Jakarta.

Dengan tambahan itu, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri secara akumulasi menjadi 223 orang. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00