Rayakan WCD, SMK Jenawi Karanganyar Gelar Kegiatan Resik-Resik Kali

KBRN Karanganyar : Merayakan Word Clean Day (WCD), SMK Jenawi Kabupaten Karanganyar mengadakan kegiatan resik kali secara massal.

Sungai yang dibersihkan terbilang fantastis yakni sepanjang 112 meter.  Kegiatan ini di ikuti oleh 57 peserta. Mereka berasal dari 35 siswa PATAKA, 7 siswa dari OSIS, 5 siswa dari PMR, 6siswa dari Ambalan, 2 siswa dari PKS dan 2 siswa dari ROHIS.

“World clean up day momentum bagi kami untuk mengajak masyarakat dan semua pihak untuk menjaga kebersihan, hal ini kami mulai dari hal terkecil yakni menanamkan hidup bersih kepada siswa siswa SMK Jenawi,”Ungkap Kepala SMK Negeri Jenawi, Sri Eka Lelana kepada RRI, Sabtu (19/09/2020).

Menanamkan hidup bersih itu, lanjut Eka, salah satunya di mulai dengan kegiatan aksi resik kali. Hal ini sejalan dengan budaya yang kita bangun di sekolah.

Budaya 5R/5S yang salah satunya adalah Resik atau Seksi yang berarti selalu menjaga kebersihan lingkungan secara sadar dan peduli.

“World clean up day tahun 2020 dilaksanakan dari tanggal 13 hingga 19 September 2020. Kemudian puncak acara dilaksanakan secara serentak pada tanggal 19 September 2020 di seluruh dunia,” ujarnya.

Salah satu peserta, Angelita Arviyana Dewi mengaku prihatin dengan kondisi alam yang ada saat ini. Kesadaran masyarakat akan kebersihan mulai menurun. Untuk itu dengan adanya kegiatan ini ia berharap menginspirasi masyarakat, utamanya anak muda untuk menjaga alam.

“pelajar sekarang harus menjadi pelopor untuk mencintai alam, itu bisa ditunjukan dari hal kecil dan mudah, salah satunya jangan buang sampah sembarangan, termasu di sungai,” tukasnya.

Senada dengan Anggelita, siswa lainya Catur Prasetyo menginginkan lingkungan alam yang bersih dan nyaman. Selain mengembalikan lingkungan yang bersih, kegiatan resik kali ini mengandung pesan bahwa budaya hidup bersih ini harus menjadi budaya dan karakter kita.

“ Kegiatan resik kali ini mengajarkan banyak hal, diantaranya kebersamaan, mari bersama kita jadikan hidup bersih itu menjadi kebiasaan dan karakter bangsa,” pungkasnya. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00