Sebanyak 57 Orang Dari Desa Penggung, Boyolali Jalani Test Swab

KBRN Boyolali : Sebanyak 57 orang dilakukan test swab di Balai Desa Penggung, Kecamatan Boyolali, Rabu (16/09/2020).

Puluhan warga desa setempat itu, merupakan kontak erat pasien Covid-19.

Kepala Seksi Survailans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Boyolali, Teguh Tri Kuncoro mengatakan kontak erat dengan pasien Positif Covid-19 harus dilakukan Hal itu untuk memastikan apakah mereka tertular Covid-19 atau tidak.

 “Kita melakukan tes swab terhadap 57 orang. Dalam pelaksanaan tes swab ini, kita (Dinkes Kabupaten Boyolali) bekerjasama dengan  Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta,” ungkap Teguh mewakili Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, disela-sela kegiatan Swab, Rabu (16/09/2020).

Munurutnya, 57 warga yang di tes swab ini merupakan kontak erat dengan pasien Covid-19 dari berbagai klaster penyebaran yang ada di Boyolali. Kontak erat dengan klaster Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Boyolali dan Bank BNI  yang paling banyak.

“Kontak erat dengan pasien 653, inisial MAN, dari Bawaslu ada 10 orang. Dan kontak erat dengan LLA dari BNI (Bank BNI) ada 22 orang. Selebihnya dari kontak erat pasien Covid-19 lainnya,” katanya.

Selain menjaring warga yang melakukan kontak erat tersebut, tes swab ini juga untuk jajaran Bawaslu Boyolali yang telah dijadwalkan sebelumnya tapi belum di tes swab.

“Ada lima orang dari jajaran Bawaslu Boyolali yang ikut diswab di balai desa tersebut.  Kemudian ada 8 orang dari PN (Pengadilan Negeri) Boyolali yang kebetulan menjenguk pasien. Kemudian pasien yang mereka jenguk ini positif (Covid-19). Sehingga mereka kita ikutkan swab disini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Penggung, Suyamto menyambut positif tes swab terhadap warganya itu. Hal itu sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di desanya.

“Program Jogo Tonggo juga telah kami jalankan dengan sebaik mungkin. Jadi tidak ada warga yang terkucilkan karena menderita Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, Jogo Tonggo juga proaktif menjamin logistik warga yang melakukan karantina mandiri.

“ Jogo Tonggo telah terbentuk hingga tingkat RT. Keberadaan Jogo tonggo sangat bermanfaat,” pungkasnya. (Kisno)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00