Keraton Surakarta Kembali Memanas, Video Cekcok Viral di Medsos

Foto tangkapan layar video akun youtube Berita Surakarta, Widodo (kanan) mengenakan baju hitam nampak cekcok dengan abdi dalem di Lingkungan Keraton Surakarta.

KBRN, Surakarta: Keluarga Keraton Kasunanan Surakarta kembali memanas. Dua kubu yakni Lembaga Dewan Adat, dan kubu yang mengaku utusan Raja Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi  terlibat cekcok. Bahkan kejadian tersebut terekam kamera dan viral di media sosial youtube maupun WhatsApp.

Kejadian bermula saat penyelenggaraan peringatan berdirinya Karaton Surakarta Hadiningrat ke 275 tahun dan bergabungnya Keraton ke NKRI. Kegiatan yang diikuti Sentono Dalem dan Abdi Dalem digelar Lembaga Dewan Adat di Pagelaran Keraton Surakarta 1 September 2020.

Dalam akun Youtube  Berita Surakarta, diunggah 5 September menunjukkan percekcokan terjadi saat acara berlangsung. Ketika peserta tengah memanjatkan doa datang orang yang mengaku utusan raja.

Orang yang mengaku utusan bernama Widodo terlibat pertengkaran dengan Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi. Widodo mempersoalkan kegiatan yang dilakukan tanpa seizin Sinuhun PB XIII.

Dalam dialognya Widodo menyampaikan kegiatan itu tidak memiliki izin dari PB XIII. Menurut semua kegiatan berlangsung harus seizin Keraton.

"Ini menempati tempat tanpa izin, harus minta izin sinuhun. Yang berkuasa di keraton adalah sinuhun," tandas Widodo dalam video tersebut.

Dikonfirmasi terpisah Eddy Wirabhumi menyebut pada intinya, utusan itu tidak memperbolehkan tempat itu dipakai acara. Dirinya sempat meminta kepada orang tersebut untuk mempertemukan dengan Sinuhun PB XIII.

“Kami sedang menggelar tahlil dzikir, berdoa karena peringatan ulang tahun keraton. Saat khusyuk khusyuknya, tiba tiba datang ya itu, yang menghadapi saya dulu,” kata  Eddy Wirabhumi saat dikonfirmasi mengenai video yang beredar, Selasa (15/9/2020).

Sementara itu, konflik internal Keraton Surakarta kembali terjadi pada Jumat (11/9/2020) lalu. Kali ini melibatkan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng) dengan Raja PB XIII. Bahkan khabarnya, ada video terkait perseteruan kakak beradik tersebut dan beredar di sejumlah kalangan tertentu. Cekcok dipicu pembangunan tiang baliho  di depan Sitihinggil Kidul di kawasan Alun Alun Selatan Keraton Solo.

“Habis jumatan Sinuhun ke Alkid (Alun Alun Kidul) . Sinuhun kok di paksa ke luar ke Alkid, orang orang itu sudah tidak menghormati Sinuhun,” kata Gusti Moeng.

Dirinya geram karena Sinuhun diperlakukan seperti itu oleh orang orang disekitarnya. Moeng menilai Raja PB XIII tidak mengetahui apa yang sebenarnya selama ini menjadi masalah dan berpotensi melanggar hukum.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00