Hampir Kisruh, Ribuan UMKM Solo Mendaftar Program Bansos Produktif Tahap II

KBRN,  Surakarta : Pendaftaran program Bantuan Sosial Bansos Produktif tahap II bagi pelaku  pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kota Solo, Rabu (12/8/2020) hampir saja berujung kerusuhan.  

Ribuan  UMKM sejak pagi sudah mendatangi  Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Jebres Solo untuk mendaftar Program Bantuan Sosial Produktif Tahap II. Kendatipun dibagi 3 baris,  antrian panjang sekitar 50 meter masih saja terjadi.Namun setelah mengantri panjang  dalam cukup lama dan bersesak-desakan. Cekcok adu mulut bahkan hampir ricuh terjadi antara sejumlah pendaftar dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Salah seorang pendaftar  Wartono mengaku, sudah mengantri panjang puluhan meter. Namun setelah sampai gilirannya, pihak panitia menyatakan kuota sudah habis. Warga Petoran Jebres ini menyesalkan kejadian tersebut.  Ia berharap ada nomor antrian supaya pendaftar tidak terlalu panjang mengantri, apalagi harus berdesak-desakan. Antrean yang membeludak membuat warga khawatir munculnya klaster baru penyebaran Covid-19.

"Saya tadi antri depan kecamatan, tahu-tahu sampai di tempat pendaftaran dibilang kuota hanya 500 dan udah habis.  Kalau ada nomer kan saya menyadari ohh saya tidak dapat nomor  berarti saya mundur gitu saja. Katanya ada yang sudah datang jam 5 pagi,"  keluh Wartono kepada wartawan.  

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto menjelaskan, Soal keinginan warga untuk mendapat nomer antrian akan diteruskan ke Dinas Koperasi dan UMKM selaku leading sektor. Satpol PP hanya bertugas membantu pengaturan pendaftaran agar lancar.  Agus berharap warga yang mendaftar Program Bantuan Sosial Produktif harus menerapkan protokol kesehatan dan cipta kondisi.

"Kalau kita tidak menganggap cekcok kan masyarakat banyak merasa dia punya antrian dideseki kancane itu aja bukan cekcok, tapi sudah diatur oleh satpol mereka sudah paham akhirnya jadi sesuai dengan antrian. Tadi pagi mereka datang berdesak-desakan tidak ada nomornya,” terang Agus Sis Wanto saat dikonfirmasi. (desk:wiwid)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00