Rokok Ilegal Masih Banyak Beredar Di Klaten

tim_gabungan_sidak_rokok_ilegal_ berhasil menyita rokok ilegal hasil sidak

KBRN, Klaten: Bea dan Cukai Surakarta, Satpol PP Kabupaten Klaten, Dinas Perdagangan, Bagian Perekonomian,TNI Polri  menggelar operasi gabungan terhadap peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Klaten. Sasaran operasi dilakukan terhadap toko-toko  yang berada di wilayah Klaten, terutama  di daerah pinggiran seperti di wilayah Kecamatan Karangdowo, Pedan, dan wilayah Kecamatan Cawas serta Kecamatan Bayat.

Operasi yang dipimpin langsung Plt Kepala Satpol PP Rabiman tersebut,  dengan membagi dua tim. Hasilnya lebih dua ratus bungkus rokok ilegal  dapat ditemukan dan disita.

 Rabiman mengatakan operasi dilakukan  berdasarkan undang-undang no 39 tahun 2007 tentang cukai. Sanksinya maksimal  lima tahun penjara.

"Berdasarkan  UU no 39 tahun 2007  tentang cukai.Pidana maksimal lima tahun penjara. Kalau yang operasi sekarang   mereka itu sudah tahu kalau rokok itu non cukai. Harga rokok 6000," ungkap Plt Kepala Satpol Kabupaten Klaten Rabiman kepada wartawan, Rabu (12/8/2020).

Sebelumnya pihaknya juga melakukan operasi yang sama di wilayah Gantiwarno, Karangnongko dan juga Prambanan. Hasilnya puluhan rokok ilegal dapat disita.

Sedangkan Kasi Pengawasan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Klaten Dewi kepada wartawan menjelaskan dikatakan rokok ilegal karana dalam bungkus rokok tersebut tidak disertai pita cukai atau rokok bodong, terdapat pita cukai akan tetapi pals.  Didalam rokok ilegal itu  diduga ada yang menggunakan tembakau bekas.

"Rokok ilegal itu dalam rokok tersebut tidak ada pita cukainya, yang ada pita cukai itu tapi palsu, ada pita cukai tapi hanya foto kopi dari yang sudah diedarkan,"jelas Dewi.

Pihaknya akan terus memberikan sosialisasi  kepada para pedagang agar jangan menjual rokok ilegal  karena dapat merugikan negara.Gelaran operasi tersebut Dinas Perdagangan juga menempelkan pamlet  tentang  larangan menjual rokok ilegal di  toko yang menjadi sasaran operasi.

Sedangkan Wahyu Purnama  petugas  lapangan Bea dan Cukai Surakarta  kepada wartawan mengatakan  pihaknya setiap satu bulan melakukan operasi hingga empat kali secara acak. Sejauh ini pihaknya sedang memproses  empat orang  yang melakukan pelanggaran tersebut seperti sales, penimbun rokok. (Desk: Arga)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00