Aturan Kemenkes Tak Wajib, Kontak Erat Pasien Positif Covid-19 Solo Tetap di Swab

KBRN,Surakarta: Uji swab terhadap kontak erat pasien terkonfirmasi Covid-19 tetap akan dilakukan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surakarta, kendatipun pedoman terbaru Kemenkes tidak lagi mewajibkan. Kebijakan ini untuk memutus mata rantai penularan virus tersebut.

Merujuk, Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) Revisi Ke-5 yang diterbitkan Kemenkes bulan lalu tidak mewajibkan tes swab terhadap kontak erat pasien Covid 19.

Dalam pedoman tersebut dijelaskan, kontak erat tanpa gejala hanya perlu dikarantina selama 14 hari. Isolasi dan pemeriksaan swab baru dibutuhkan jika kontak erat itu mengalami gangguan kesehatan selama pemantauan atau karantina.

Kepala DKK Surakarta, yang juga sekretaris Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr.Siti Wahyuningsih mengaku akan tetap akan melakukan tes swab. Dia tidak mau ambil risiko dengan kebijakan Kemenkes tersebut. 'Swab yang kita lakukan ini memutus mata rantai," tandas Ning sapaan akrabnya, Senin (9/8/2020).

Ning beralasan, kontak erat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tetap berpotensi tertular korona usai berinteraksi dengan pasien. Karena itulah mereka tetap layak menjalani swab.

Kalau menurut pedoman Kemenkes, kontak erat memang tidak wajib di swab. Tapi kami tidak mau ambil risiko. Mereka tetap akan kami swab sekali, dengan mengambil spesimen nasofaring dan orofaring," tegasnya.

Sementara itu jumlah kasus Covid 19 di Kota Solo kembali bertambah tiga orang pada Senin (9/8) Sore, atau kumulatif menjadi 312. Ketua Pelaksana Satuan Tugas Covid 19 Surakarta Ahyani mengatakan, tiga orang tersebut dua diantaranya hasil tracing dari Mojosongo dan baluwarti. Sementara satu suspek naik kelas dari Karangasem.

"Ini hasil tracing dua, naik kelas PDP 1, PDP Karangasem, lalu trasing Mojosongo dan Baluwarti," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00