Coklit Pemilih Pilkada Wonogiri, KPU Mencoret 36.900 Data Yang Dinyatakan TMS.

KBRN Wonogiri : Tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) calon pemilih pilkada di kabaputen Wonigiri masih berlangsung.

Para petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dari KPU Wonogiri juga masih menjalankan tugasnya dengan keluar masuk kampung untuk melakukan coklit.

Lantaran coklit digelar di tengah pandemi, para petugas juga memberlakukan protocol kesehatan lengkap termasuk menggunakan alat pelindung diri face shile, pake masker dan tetap jaga jarak.

Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Toto Sih Setyo mengatakan coklit akan berlangsung hingga 13 Agustus mendatang.

“ Ya, dalam coklit tersebut, para petugas hanya mendata dan memverikasi serta memastikan calon  daftar pemilih sementara (DPS) benar-benar valid mulai dari nama alamat usia dan beberapa data pendukung lainya,” ungkap Toto Sih Setyo kepada RRI, Senin (11/08/2020).

Dikatakan, KPU sendiri memilik kriteria untuk masuk dalam DPS diantaranya mememuni syarat MS dan tidak memenuhi syarat TMS.

“Dengan coklit kami berharap semua data dapat akurat sehingga hasil coklit akan menjadi acuan pada pilkada mendatang,” tukasnya.

Sementara itu pada masa akhir  tahapan coklit, KPU kabupaten Wonogiri sudah mencoret sebanyak 36.900 data yang dinyatakan tidak memenuhi syarat atau TMS.

“Mayoritas data TMS merupakan pemilih yang sudah meninggal dunia dan pindah domisili ke luar Wonogiri,” cetusnya.

Menurutnya, data tersebut jauh lebih banyak dari data tak sesuai yang disampaikan Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu.

Pada coklit tersebut juga terdapat pemilih baru, yakni sebanyak 13.359 orang.

“Mereka merupakan pemilih pemula yang pada saat Pilkada 9 Desember 2020 berusia 17 tahun. Selain itu warga yang sudah beralih status yang semula anggota Polri/TNI menjadi warga sipil karena pension,” pungkas Toto. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00