Pasutri Ini Berharap Pandemi Corona Segera Berakhir Sehingga Dapat Kembali Berhaji.

KBRN Surakarta : Bagi pasangan suami istri Pasutri Sulakir dan Sumiarsih warga Singopuran Kartosuro Sukoharjo berhaji adalah ibadah yang harus disyukuri.

Sebab untuk menuju ke tanah suci menjadi tamu Allah guna menunaikan rukun islam yang kelima tidaklah mudah.

Salah satunya harus menunggu bertahun-tahun. Sehingga wajar siapapun orangnya ibadah hai merupakan karunia terindah yang tidak akan terlupakan.

Sulakir (55 tahun) yang berhaji pada tahun 2016 sempat menunggu sekitar 6 tahun dari saat mendaftar di tahun 2010 dapat menginjakkan kakinya di tanah suci bersujud dihadapan Kabah atau dapat menyentuh Hajar Aswar adalah suatu hal sulit dilupakan.

Sehingga meski sudah berhaji Sulakir tetap ingin kembali ke tanah suci. Apalagi pengalaman selama berhaji tidak ada satupun yang mempersulit perjalannya.

Bahkan boleh dikata cerita-cerita mengenai banyaknya kasus selama di tanah suci seperti sulit mencari makan, dan hal lain tidak terbukti.

Selama di tanah suci pria yang saat ini menjabat sebagai kepala SMP Negeri 2 Gondangrejo Karanganyar itu justru banyak mendapatkan kemudahan.

Oleh karena itu Sulakir saat ditemui RRI di rumahnya, Senin (10/08/2020) tetap berniat untuk kembali menunaikan ibadah haji meski harus menunggu waktu yang lama.

“Setelah berhaji ini rasanya kami jurstu masih banyak dosa, masih banyak kekurangan sehingga saya rasanya ingin kembali ke sana, ingin memohon doa meminta ampun. Sebab kami merasa jauh belum menjadi haji mabrur,” ungkapnya.

Keinginan untuk kembali ke tanah suci juga disampaikan sang istri Sumiarsih 55 tahun.

Kendati tahun 2019 sudah menjalani umroh bersama suami dan keluarga lainnya. Namun rasa kangen untuk kembali menjalankan ibadah haji tetap kuat.

Wanita yang juga sebagai guru di SMP Negeri 2 Colomadu Karanganyar itu  juga memiliki pengalaman yang tidak terlupakan saat berada di tanah suci.

Salah satunya doa-doa yang dilakukan semuanya terkabul mulai dari agar tetap sehat bersama seluruh keluarga dan berbagai kemudahan lainnya.

“ Saya memiliki pengalaman spiritual selama berada di tanah suci. Salah satunya adalah saat diMina yang mendapatkan mimpi peringatan dari anak, kemudian di hotel juga bermimpi untuk membawa kursi bagi sang ayah yang saat ini mengalami kesulitan untuk berjalan atau menunaikan sholat. Namun dengan doa-doa akhirnya ayah saya malah sembuh,” kenang Sumiarsih.

Baik Sulakir dan istrinya Sumiarsih, suasana ditengah pandemi seperti ini keinginan untuk berhaji kembali jelas akan tertunda.

Apalagi di musim haji 2020 pemerintah Arab Saudi juga hanya memberikan kesempatan haji kepada warga Negara lain yang berada di tanah suci.

Kepada calon haji yang harus menunda berhaji akibat pandemi Covid 19, Sulakir bersama istrinya  hanya berdoa, semoga Corona segera hilang dari bumi ini sehingga kesempatan berhaji pada tahun 2021 dapat kembali normal seperti halnya sebelum wabah Corona. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00