Dokter Kunari Mahanani, Miliki Pengalaman Spiritual Saat Menjadi TKHD Sukoharjo 2019

KBRN Sukoharjo : Setiap petugas haji pasti memiliki pengalaman menarik, unik hingga mistis selama melayani jamaah di Tanah Suci.

Seperti yang dialami dokter Kunari Mahanani (46 tahun) Tim Tenaga Kesehatan Haji Daerah (TKHD) kloter 02 Sukoharjo pada tahun 2019.

Sebetulnya banyak kisah dan cerita yang dialaminya selama menjadi petugas, akan tetapi memang ada satu hal yang membuatnya terkenang dan sulit terlupakan hingga kini.

Saat itu dokter Anik panggilan akrabnya tengah bersama anggota Kloter 02 Sukoharjo yang bertugas sebagai petugas salah satu sektor di tanah suci.

Pada musim haji 2019, cuaca di tanah suci memang cukup panas dan tidak pernah hujan.

Bahkan sehari-hari suhu udara dikabarkan mencapai 40 derajat celsius sehingga boleh dikata udara cukup panas.

Namun tiba-tiba pada hari itu cuaca berubah drastis menjadi mendung dan bahkan sempat hujan rintik-rintik.

Dokter Anik yang saat ini bersama petugas haji dari daerah lain langsung menyebut nama Allah.

Tidak berselang lama tiba-tiba ada kabar bahwa tokoh ulama besar Kharismatik Jawa Tengah KH Maimoen Zubair wafat.

“ Ya, pada saat beliau, pak Maimoen Zubair  akan meninggal, suasana di Mekah cukup sejuk, damai dan hujan rintik-rintik. Padahal saat kami berada di sana tidak pernah turun hujan dan cuaca cukup panas,” ungkap dokter Anik kepada RRI, Kamis (06/08/2020).

Lebih lanjut dokter Kunari Mahanani juga mengakui, jika bertugas sebagai tim media haji banyak sukanya.

Meski diakui terkadang sempat dihadapkan pada situasi sulit, ketika dalam perjalanan dari Solo menuju ke tanah suci tiba2 terdapat satu jemaah yang mengalami sakit di dalam pesawat.

Saat itulah semua upaya dikerahkan bersama tim medis lainya. Namun Tuhan berkehendak lain, dan satu tamu Allah harus menghembuskan nafas terakhir di pesawat sebelum menginjakan kakinya di tanah suci.

 “ pada saat di pesawat juga ada kejadian dimana jemaah haji dari kloter kami meninggal dunia di pesawat sebelum mendarat,” tukasnya.

Lebih lanjut istri dari Budi Budi Santoso karyawan Kesbangpol Pemkab Sukoharjo itu  yang saat menjabat sebagai kepala Puskesmas Sukoharjo kota juga mengakui, jika pengalaman berhaji sebagai tim medis menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Bahkan meski sudah berlalu satu tahun jalinan komunikasi  dengan kloter 02 Sukoharjo sebagian masih berlangsung. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00