Kembali Dibuka, Kolam Renang Tirtomoyo Manahan dan Jebres Solo Sepi Pengunjung

KBRN, Surakarta: Meski telah mendapat legalitas dari Pemerintah Kota Surakarta, kolam renang Tirtomoyo Manahan dan Jebres Solo yang sudah mulai buka kembali sejak tanggal 3 Agustus lalu masih sepi pengunjung.

Kasi Pengembangan Usaha Kolam Renang Tirtomoyo dan Jebres dan Air Minum-AMIU-PDAM Solo Ratmoko ketika dikonfirmasi RRI kemarin mengatakan, sampai dengan hari kedua pembukaan, kolam renang yang biasanya dikunjungi ratusan orang, kini hanya dikunjungi kurang dari 100 orang saja, bahkan kolam renang Tirtomoyo Jebres hanya dikunjungi kurang dari 20 orang.

Ratmoko menegaskan, pembatasan usia yang boleh masuk kolam renang yaitu 15 tahun sampai dengan 60 tahun sebagai bagian penerapan protokol kesehatan Covid 19 menjadi penyebab utama sepinya pengunjung, karena 60-70 persen pengunjung berusia dibawah 15 tahun.

”Usia itu, kalau pengunjung kebanyakan 15 kebawah, jadi usia SMP, SD kelas 5-6 itu banyak-banyaknya bisa 60-70 persen, jadi karena ini pembatasan itu, akhirnya ya pengunjung turun drastis lah,” jelas Ratmoko kepada RRI, Rabu (5/8/20).

Sementara itu, selain pembatasan usia minimal 15 sampai 60 tahun, Dikatakan Ratmoko, sepinya pengunjung juga disebabkan salah informasi bahwa pengunjung kolam renang harus mempunyai surat rapid tes.

"Yang benar yaitu pengunjung mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan, seperti selain mencuci tangan dan pengukuran suhu tubuh, pengunjung juga wajib mengisi form dan menunjukkan KTP untuk mengetahui batas usia minimal," ungkapnya.

Pada kesempatan sama Arifqi Fathoni, salah seorang warga Plesungan, Karanganyar saat dikonfirmasi RRI di kolam renang Tirtomoyo Manahan mengaku baru berenang lagi hari itu selama masa pandemi.

" Selama pandemi saya berenang baru kali ini, Biasanyaitu berenang 3 kali dalam sebulan sekali," ujarnya.

Arafiqi mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan syarat-syarat yang cukup ketat saat akan masuk kolam renang, karena di saat pandemi ini, syarat-syarat tersebut memang wajib dipenuhi.

"Kalau belum ada Covid, itu cukup mengganggu, tapi kalau ada Covid ini, emang itu wajib sih, menurut saya lho itu wajib, memang harus ada kayak gitu, ya ga masalah," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00