Bawaslu Sukoharjo Gelar Rapid Test Bagi Jajaran Pengawas Pilkada.

KBRN Sukoharjo : Selama dua hari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo menggelar rapid test yang diperuntukan bagi jajaran pengawas Pilkada.

Pelaksanaan rapid test tersebut diikuti oleh anggota Bawaslu dan staf sekretariat, Panwascam, serta pengawas desa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK).

Komisioner Bawaslu Sukoharjo, Uswatun Mufidah mengatakan Rapid test diikutis sebanyak 218 orang yang terdiri dari lima orang anggota Bawaslu, 10 orang staf sekretariat Bawaslu, 36 Panwascam, dan 167 pengawas desa.

“ Ya, rapid berlangsung selama dua hari Rabu dan Kamis. Dengan rapid test tersebut kami berharap proses pengawasan Pilkada bupati dan wakil bupati Sukoharjo yang dilakukan Bawaslu beserta jajaran bisa lebih maksimal,” ungkap Uswatun kepada RRI, Rabu (05/08/2020).

Terlebih lagi, dikatakan Uswatun rapid test menjadi salah satu syarat bagi penyelenggara Pilkada termasuk Bawaslu karena Pilkada digelar dalam situasi pandemi virus corona.

Selain jajaran Bawaslu, sebelummya jajaran KPU Sukoharjo juga menggelar rapid test bagi Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) yang melakukan pencocokan dan penelitian (coklit).

Rapid test tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat ketika didatangi PPDP.

Untuk Sukoharjo sendiri, terdapat 1.775 orang PPDP yang bertugas dan menjalani rapid test dan hasilnya beberapa orang dinyatakan reaktif. Oleh KPU PPDP reaktif langsung digantikan orang lain. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00