Terkait Proyek Tol Solo Yogyakata, Warga RT 9 RW 4 Desa Kranggan Polanharjo Klaten Ingin Pindah Bersama

KBRN, Klaten: Setelah berhenti karena covid 19, proyek nasional jalan tol Solo Yogykarta kembali dimulai dengan agenda konsultasi publik. Kunsultasi publik berlangsung di dua Kecamatan yakni kecamatan Delanggu dan Kecamatan Polanharjo yang belangsung selama tiga  hari.

Salah satu Desa yang akan tekena dampak pembangunan jalan tol tersebut yakni Desa Kranggan di Kecamatan Polanharjo. Wilayah ini Jalan tol selain akan menerjang kurang lebih 38 rumah yang berada di dua RT di Kampung Ronggolanan dan Kampung Ngentak juga Mushola, Masjid, Makam dan tanah kas Desa kurang lebih 15 ribu meter.

 Kepala Desa Kranggan Gunwan Budi Utomo kepada wartawan menjelaskan untuk RT 9 RW 04 Ronggonalan  berkeinginan agar mereka  dipindahkan bersama-sama  dalam suatu tempat. Warga tersebut sudah bersama –sama cukup lama sehingga tidak mau keluar dari Desa Kranggan.

"Selama ini yang menjadi kendala di tengah masyrakat,khususnya di Rt 9  kaitan tempat tinggal.Mintanya relokasi jadi tidak mau keluar dari desa Kranggan," kata Kepala Desa Kranggan Gunawan Budi Utomo kepada wartawan hari Selasa (4/8/2020).

 Pihaknya sedang berupaya  seandainya mendapatkan ijin dari Kementrian terkait, akan direlokasi ke tanah kas desa  yang tidak produktif. Lokasi untuk menampung jumlah itu kurang lebih dua ribu meter.

Salah seorang warga Agung Bakar  mengaku sebagai masyarakat yang baik  dirinya mendukung program tersebut namun  dengan memperhatikan beberapa hal seperti halnya dengan ganti untung yang memadai. Karenan nantinya akan bermukim ditempat yng lain dengan harapan lebih baik.

"Kalau bisa ada ganti untuk yang layak bagi masyrakat terdampak  yang nantinya bisa bermukin ditempat yang lain  dengan kondisi yang lebih baik," ungkap Agung Bakar.

 Agung Bakar  mengaku tanah dan rumah miliknya seluruhnya terkena sampak tol seluas 800 meter persegi berupa rumah dan petarangan.Agung juga mengungkapkan Kampung kecil yang bernama Ngentak  itu  harus hilang  dan penduduknya terpecah-pecah karena pembangunan tol. Adam suuanto

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00